Inflasi November 2025 Tetap Terjaga Pada Rentang Sasaran

Senin, 1 Desember 2025 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Ardhienus. (Hms BI Kepri)

 

Kepri, metroposid.com: Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada November 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,23% (mtm), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,36% (mtm).

Secara tahunan inflasi Kepri tercatat sebesar 3,00% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,01% (yoy). Inflasi juga terjadi pada 3 Kabupaten/Kota IHK di Kepri, yaitu Batam, Tanjungpinang dan Karimun yang masing-masingnya tercatat inflasi sebesar 0,25% (mtm), 0,23% (mtm), dan 0,07% (mtm).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Ardhienus mengatakan,  dengan realisasi tersebut, Kepri menduduki inflasi bulanan dengan posisi ke-3 tertinggi di Sumatera. Sedangkan secara tahunan, inflasi Kepri lebih tinggi dibanding inflasi Nasional yang tercatat sebesar 2,72% (yoy).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi di bulan November 2025 terutama didorong oleh Kelompok Transportasi yang mengalami inflasi 1,99% (mtm) dan berkontrribusi 0,27% terhadap realisasi inflasi.

 

“Inflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh tingkat mobilitas masyarakat dan tenaga kerja yang meningkat menjelang akhir tahun serta kenaikan bahan bakar angkutan udara,” kata melalui rilis, Senin (1/12/2025).

Baca Juga :  Pemko Batam Borong Dua Penghargaan Investasi Nasional 2025

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,37% (mtm) dan andil sebesar 0,03%. Inflasi kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga emas seiring dengan berlanjutnya ketidakpastian geopolitik.

Selain itu, kenaikan harga komoditas hortikultura seperti kangkung dan bayam didorong oleh faktor curah hujan tinggi yang terjadi di Provinsi Kepulauan Riau. Adapun inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami deflasi 0,33% (mtm) dengan andil deflasi 0,10% seiring dengan pasokan komoditas hortikultura seperti cabai merah, bayam, kangkung, tomat, dan cabai hijau yang terjaga.

Terkendalinya inflasi di Kepri tidak terlepas dari kuatnya koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik dilevel provinsi maupun kabupaten/kota.

Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan TPID se-Kepri dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif). Berbagai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada bulan November 2025, antara lain (i) High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang; (ii) Publikasi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali; (iii) Edukasi mengenai inflasi melalui sosialisasi; dan (iv) Pelaksanaan capacity building klaster pertanian ke Jawa Barat.

Baca Juga :  Update Cuaca Hujan di Kepri Masih Berlangsung

Memasuki bulan Desember 2025, terdapat beberapa pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain (i) Bibit siklon tropis yang terjadi di Sumatera bagian utara dapat berpotensi terjadinya hambatan dalam rantai pasok komoditas hortikultura (ii) Potensi imported inflation didorong oleh kenaikan harga komoditas global, dan (iii)meningkatnya harga emas sejalan dengan ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Disisi lain, faktor penahan inflasi kedepan diantaranya :(i)Akselerasi penyaluran beras SPHP pada semester II 2025, dan (ii)program diskon angkutan udara menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru.

Ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri. Peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga tekanan inflasi tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%.(Mr)

Berita Terkait

Ansar Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Kepri, Lepas Ahmad Shalihin Bertugas ke Lampung
Pemprov Kepri Ajukan Ranperda Peternakan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Selvi Ananda Kunjungi LPKA Batam, Pastikan Anak Binaan Dapat Bekal Masa Depan
Firmansyah Tekankan Proyek Perubahan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Posyandu Kepri Bertransformasi, Layani Enam Bidang SPM hingga Wilayah Terluar
Ansar Ajukan KUA-PPAS APBD Kepri 2027, Fokus Dorong Ekonomi dan Percepat Pembangunan
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas di Sumbagut, Batam FTZ Kini Mulai Rp97 Ribu
Pemprov Kepri Matangkan Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Selvi Ananda Dijadwalkan Hadir
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:05 WIB

Ansar Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Kepri, Lepas Ahmad Shalihin Bertugas ke Lampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:54 WIB

Pemprov Kepri Ajukan Ranperda Peternakan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:11 WIB

Selvi Ananda Kunjungi LPKA Batam, Pastikan Anak Binaan Dapat Bekal Masa Depan

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:39 WIB

Firmansyah Tekankan Proyek Perubahan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:29 WIB

Posyandu Kepri Bertransformasi, Layani Enam Bidang SPM hingga Wilayah Terluar

Berita Terbaru