Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Kepri terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, indeks tercatat 65,10 persen, naik menjadi 66,29 persen pada 2024, dan melonjak ke 71,96 persen pada masa kepemimpinan Gubenur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubenur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.
Kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Petani (NTP). Pada 2024, NTP berada di angka 104,63 persen dan meningkat menjadi 108,01 persen pada 2025. Angka ini menunjukkan daya beli dan kesejahteraan petani semakin membaik.
Pemerintah Provinsi Kepri memperkuat kemandirian pangan melalui program konkret. Pemprov membagikan 40 ribu bibit cabai kepada masyarakat pada 2025. Tahun 2026, jumlahnya ditingkatkan menjadi 60 ribu bibit yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Selain itu, Pemprov juga menanggung iuran BPJS bagi 9.200 petani sebagai bentuk perlindungan sosial dan jaminan kesejahteraan.
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Pemprov menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM). Pada 2026, pemerintah menargetkan 69 titik pelaksanaan GPM yang didanai melalui APBN, APBD Provinsi, APBD kabupaten/kota, serta skema mandiri.
Rinciannya, Pemprov Kepri melaksanakan 8 kali GPM, Pemko Batam 10 kali, Tanjungpinang 3 kali, Bintan 3 kali, Lingga 32 kali, Natuna 7 kali, Karimun 5 kali, dan Kepulauan Anambas 1 kali.
Editor: Yuli






