Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mendesak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memangkas birokrasi yang berbelit dan mempercepat pelayanan publik. Ia meminta setiap OPD menjadikan standar pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) sebagai alat untuk mempermudah masyarakat, bukan sekadar memenuhi administrasi.
Firmansyah menyampaikan arahan itu saat membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Standar Pelayanan dan SOP melalui Best Practice Pemerintah Kota Surabaya di Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Selasa (4/8/2026).
Menurut Firmansyah, Batam terus berkembang sebagai pusat investasi, industri, perdagangan, dan jasa. Karena itu, setiap OPD harus mempercepat pelayanan agar sejalan dengan laju pembangunan kota.
“Batam bergerak cepat. Birokrasi juga harus bergerak cepat. SOP harus memangkas tahapan yang tidak perlu, menyederhanakan proses, dan memberi kepastian pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Firmansyah meminta seluruh OPD meninjau kembali prosedur pelayanan yang masih berbelit. Ia juga menginstruksikan setiap perangkat daerah menyusun SOP yang lebih sederhana, efektif, dan mudah dipahami masyarakat.
Firmansyah memanfaatkan bimbingan teknis tersebut untuk mendorong OPD mempelajari praktik terbaik dari Pemerintah Kota Surabaya. Namun, ia melarang perangkat daerah menyalin sistem secara utuh tanpa penyesuaian.
Ia meminta OPD mengadaptasi setiap inovasi sesuai karakteristik, tantangan, dan kebutuhan Kota Batam agar pelayanan semakin efektif.
“Kita belajar dari praktik terbaik, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan Batam. Yang kita kejar bukan SOP yang bagus di atas kertas, tetapi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Firmansyah juga mengajak seluruh OPD mempercepat transformasi birokrasi melalui digitalisasi. Ia menegaskan teknologi harus memangkas waktu pelayanan, mengurangi prosedur yang tidak efisien, dan mempercepat penyelesaian setiap layanan.
Ia menilai digitalisasi akan gagal jika hanya memindahkan proses manual ke aplikasi tanpa menyederhanakan alur pelayanan.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam terus mendorong birokrasi yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Masyarakat harus lebih mudah mengakses pelayanan, memahami alurnya, memperoleh kepastian waktu, dan menerima layanan lebih cepat. Itulah target reformasi birokrasi yang terus kita bangun,” pungkas Firmansyah.
Editor: Yuli







