Nyanyang Minta Koordinasi Diperkuat, Program MBG di Kepri Hadapi Tantangan Distribusi

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura memimpin Rakor Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Kepri, di Ruang Rapat Lantai IV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (24/8/2026). (Ziqri)

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura memimpin Rakor Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Kepri, di Ruang Rapat Lantai IV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (24/8/2026). (Ziqri)

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal di wilayah kepulauan.

Nyanyang menyebut kondisi geografis Kepri menjadi tantangan utama, terutama dalam distribusi bahan pangan dan pemenuhan kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil.

“Pelaksanaan MBG harus kita kawal bersama agar berjalan aman, tepat sasaran, berkualitas dan berkelanjutan. Pengawasan keamanan pangan, pemenuhan SHS, penguatan rantai pasok serta pemutakhiran data penerima manfaat harus menjadi perhatian bersama,” ujar Nyanyang saat memimpin Rakor Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Kepri di Ruang Rapat Lantai IV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (24/8/2026).

Nyanyang mengatakan Kepri masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, terutama telur dan ayam. Kondisi itu membuat penguatan produksi pangan lokal menjadi penting untuk menjaga rantai pasok MBG.

Baca Juga :  JAM-Intel Kunjungi Rumah Bahagia Bintan, Apresiasi Perhatian Pemprov Kepri kepada Lansia

Ia mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal, termasuk produk perikanan, untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan program tersebut.

Nyanyang juga meminta pengawasan terhadap pemasok diperketat. Distributor yang memasok kebutuhan SPPG wajib memenuhi perizinan dan standar yang berlaku, termasuk memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Satgas MBG Kepri juga telah mengusulkan pembentukan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) atau Kantor Pelayanan Gizi di Provinsi Kepri. Usulan itu disertai koordinasi dengan BGN terkait pelaksanaan MBG di daerah.

Dalam pengawasan pelaksanaan MBG, Satgas Kepri merekomendasikan penghentian sementara operasional SPPG Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, setelah terjadi kasus keracunan.

Operasional SPPG tersebut dihentikan hingga proses perbaikan selesai dan memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan.

Pemprov Kepri juga telah menyurati BGN terkait status dan penyelesaian SPPG di sejumlah daerah terpencil.

Nyanyang menegaskan pengelolaan yayasan dan SPPG harus mengedepankan prinsip amanah, akuntabel, transparan, tepat sasaran, berkualitas, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Menteri PU Dukung Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat

Yayasan sebagai pengelola bertanggung jawab atas seluruh tahapan program. Mulai dari pendataan penerima manfaat, penandatanganan kerja sama, pengajuan kebutuhan operasional, pengelolaan dana melalui virtual account, pengadaan bahan pangan, distribusi makanan hingga laporan pertanggungjawaban.

Yayasan juga diminta memberdayakan usaha lokal dan UMKM dalam pelaksanaan program.

“Karena itu, seluruh pihak harus menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Program MBG bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga menyangkut keamanan pangan, ketepatan sasaran, pemberdayaan ekonomi lokal dan keberlanjutan program,” tegas Nyanyang.

Ia berharap pemerintah daerah, BGN, yayasan, SPPG, pemerintah desa, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya terus memperkuat koordinasi.

Dengan kolaborasi tersebut, Nyanyang berharap pelaksanaan MBG mampu menjawab tantangan geografis Kepri sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana
Ansar Rotasi Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Kepri
Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat
Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah
Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan 5.695 Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung
Kepri-Singapura Perkuat Kerja Sama, Investasi Digital Jadi Fokus

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:26

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana

Rabu, 9 September 2026 - 19:17

Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 21:31

Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Senin, 7 September 2026 - 17:10

Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 20:23

Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45