OJK Denda Pelaku Pasar Modal Rp542 Miliar,

Senin, 9 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia, Senin (9/2/2026), bersama jajaran OJK dan Direksi Self-Regulatory Organization (SRO). Foto: Istimewa

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia, Senin (9/2/2026), bersama jajaran OJK dan Direksi Self-Regulatory Organization (SRO). Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada 3.418 pihak sepanjang 2022 hingga Januari 2026 dengan total denda mencapai Rp542,49 miliar. Dari jumlah tersebut, OJK mengenakan denda Rp240,65 miliar kepada 151 pihak yang terlibat manipulasi perdagangan saham.

Selain denda, OJK juga memberikan sanksi tegas lain berupa pembekuan izin, pencabutan izin, serta perintah tertulis untuk memperkuat disiplin dan kepatuhan pelaku pasar.

Baca Juga :  OJK dan Bareskrim Amankan Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Perbankan

Di bidang penegakan hukum pidana, OJK telah menuntaskan 5 kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Saat ini, OJK juga sedang memeriksa 42 kasus dugaan tindak pidana di sektor Pasar Modal. Sebanyak 32 kasus di antaranya terkait dugaan manipulasi perdagangan saham dengan berbagai pola, seperti pump and dump, wash sales, dan pre-arrange trade.

OJK menegaskan seluruh langkah penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga Pasar Modal Indonesia tetap sehat, transparan, dan berkeadilan.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Sumbagut Borong Tiga Indonesia Green Awards 2026

Ke depan, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus mengoptimalkan reformasi pasar, memperkuat komunikasi dengan pemangku kepentingan domestik dan global, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Pasar Modal Indonesia.

Editor: Diki

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru