Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat budaya integritas, tata kelola, dan manajemen risiko di lingkungan pendidikan melalui kuliah umum bertema The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Road to Risk and Governance Summit 2026 itu digelar di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
OJK melaksanakan kegiatan secara hybrid dan melibatkan sekitar 5.000 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, Surakarta, dan Banyumas.
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, menegaskan governance menjadi kunci pembangunan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
“Pembangunan tidak hanya harus cepat, tetapi juga tepat, transparan, dan akuntabel,” kata Sophia.
Ia meminta generasi muda tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan integritas sejak dini.
“Bukan hanya pintar, tetapi juga harus punya integritas kuat,” ujarnya.
Sophia menjelaskan, sektor jasa keuangan menghadapi tantangan besar mulai dari risiko geopolitik, serangan siber, disinformasi, hingga perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Karena itu, OJK terus memperkuat tata kelola melalui strategi anti-fraud, penguatan pengendalian internal, pengelolaan konflik kepentingan, dan penguatan keamanan teknologi informasi.
Saat ini, total aset sektor jasa keuangan yang diawasi OJK mencapai sekitar Rp30 ribu triliun.
Wakil Rektor IV UMS, Em Sutrisna, menilai integritas menjadi fondasi utama kepemimpinan masa depan.
“IPK saja tidak cukup. Integritas, kejujuran, dan amanah menjadi hal utama,” katanya.
Dalam kegiatan itu, peserta juga berdiskusi langsung dengan narasumber OJK terkait penguatan budaya etika dan governance di lingkungan organisasi.
OJK turut menyosialisasikan Risk and Governance Summit 2026 serta Innovation Paper Competition untuk mendorong mahasiswa melahirkan ide dan rekomendasi bagi sektor jasa keuangan yang lebih kredibel dan berintegritas.
Editor: Yuli






