Pemko Batam bersama BP Batam menangani 167 titik banjir dan genangan melalui pembangunan serta peningkatan drainase. Dari jumlah tersebut, Pemko menangani 133 titik, BP Batam 33 titik, dan satu titik menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Sepanjang 2025, Pemko Batam menangani banjir pada area seluas 33,15 hektare dari target 99,22 hektare atau terealisasi 33,4 persen.
Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penanganan banjir menjadi program prioritas bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Pemko membangun Kolam Retensi 1 di Simpang K-Square pada 2025, kemudian melanjutkan pembangunan Kolam Retensi 2 dan 3 pada 2026.
Pemko juga menangani drainase di Jalan S. Parman, GMP Piayu, Jalan R. Suprapto dekat Perumahan Sawang Permai, serta kawasan Makam Pahlawan dan RS Graha Hermine. Sementara itu, penanganan menyeluruh di Bengkong dijadwalkan pada 2027.
BP Batam mengerjakan peningkatan saluran Cendana–KDA di Sei Beduk dan drainase di Tanjung Piayu. BP Batam juga membangun box culvert di Jalan Gajah Mada, dari Landing Point Fly Over hingga Simpang Laluan Madani.
Amsakar menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan penanganan berdasarkan kondisi lapangan dan titik rawan banjir. Pemko Batam dan BP Batam juga menyesuaikan pekerjaan dengan kewenangan serta ketersediaan anggaran untuk mengurangi genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Editor: Difky







