Pemerintah Kota Batam segera membangun Pasar Induk Jodoh bekerja sama dengan pihak swasta. Pembangunan ini bertujuan menyediakan tempat berdagang yang lebih layak sekaligus menata kawasan perkotaan.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam, Suhar, mengatakan proyek tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. Pemko Batam memilih skema kerja sama dengan swasta karena nilai investasinya mencapai ratusan miliar rupiah.
“Kalau mengandalkan APBD tentu tidak cukup. Karena nilainya ratusan miliar, maka kita gunakan skema kerja sama KSP. Saat ini sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya,” kata Suhar.
Pembangunan Pasar Induk Jodoh juga menjadi solusi atas kondisi TOS 3000 atau Pasar Nagoya Baru yang selama ini dinilai tidak tertata.
Menurut Suhar, aktivitas pasar di kawasan tersebut bahkan sudah meluas hingga memakan badan jalan.
“Saat ini kondisi TOS 3000 sudah tidak layak, bahkan sampai memakan jalan. Padahal aktivitas pasar seharusnya berada di dalam gedung,” ujarnya.
Dengan hadirnya pasar induk baru, seluruh pedagang akan dipindahkan ke lokasi yang lebih bersih dan tertata. Proses relokasi nantinya dilakukan secara bertahap oleh pihak pengelola.
“Pengelola yang akan memindahkan pedagang sekaligus mengosongkan TOS 3000. Semua pedagang dipindahkan ke Pasar Induk Jodoh yang baru,” katanya.
Pemko Batam menargetkan proses relokasi pedagang mulai berjalan pada 2027. Seluruh pedagang ditargetkan sudah menempati lokasi baru pada 2028.
Suhar menjelaskan, Pasar Induk Jodoh akan dibangun dengan konsep bertingkat. Area pasar basah dan pasar kering akan dipisahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.
Selain menata kawasan, pembangunan pasar induk ini juga ditujukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
“Pasar induk ini kami arahkan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama pedagang kecil dan UMKM agar bisa berkembang,” ujar Suhar.
Editor: Yuli






