Penasihat Gubernur Kepri, Suharso Monoarfa, menekankan bahwa perencanaan menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Kepulauan Riau. Ia menegaskan, rencana pembangunan harus berangkat dari kebutuhan publik, bukan sekadar daftar keinginan.
“Perencanaan adalah setengah dari pekerjaan kita. Jika kita tidak menyusunnya dengan baik, setengah pekerjaan berikutnya akan sulit mencapai hasil yang kita harapkan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kepri mengalokasikan Rp3,54 triliun untuk 34 OPD. Anggaran terbesar disiapkan untuk:
-
Dinas Pendidikan: Rp957,18 miliar
-
Dinas Kesehatan: Rp467,82 miliar
-
Badan Keuangan dan Aset Daerah: Rp592,53 miliar
-
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan: Rp269,70 miliar
-
Sekretariat Daerah Provinsi Kepri: Rp271,49 miliar
OPD lain, mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan hingga Dinas Sosial, menerima alokasi sesuai kebutuhan program masing-masing, mulai dari belasan hingga puluhan miliar rupiah.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, meminta seluruh OPD segera mengimplementasikan rencana, bekerja terukur, dan fokus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan Kepri bergantung pada kinerja OPD. Negara hadir melalui kerja kita semua,” tegas Gubernur Ansar.
Dengan perencanaan matang dan alokasi anggaran tepat sasaran, Pemprov Kepri menargetkan pembangunan yang merata, berdampak langsung pada masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: Yuli






