Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperketat pengamanan objek vital nasional di Kepulauan Riau. Langkah itu ditandai dengan asesmen sistem keamanan di PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, Selasa (23/6/2026).
Kepala BNPT RI, Komjen Pol Eddy Hartono, bersama Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau langsung pembangkit listrik untuk mengecek kesiapan personel, sarana keamanan, dan mitigasi ancaman terorisme.
Eddy menegaskan pembangkit listrik menjadi aset strategis yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional. Karena itu, BNPT terus mendorong penguatan sistem keamanan pada seluruh objek vital nasional.
“Pembangkit listrik menopang berbagai sektor kehidupan. Karena itu, seluruh pihak harus terus meningkatkan pengamanan dari berbagai ancaman, termasuk terorisme,” tegas Eddy.
BNPT menjalankan asesmen tersebut sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Melalui asesmen ini, BNPT memetakan potensi kerawanan sekaligus mengukur kesiapan pengelola objek vital dalam menghadapi ancaman keamanan.
BNPT juga memperkuat kesiapsiagaan nasional dengan memastikan setiap objek vital memiliki sistem perlindungan yang efektif dan terukur.
Manajer PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, Andi Taufik Saputra, memastikan pihaknya terus memperkuat pengamanan pembangkit listrik. PLN Indonesia Power juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga operasional kelistrikan tetap aman dan andal.
“Kami terus menjaga keamanan fasilitas pembangkit dan memastikan pelayanan kelistrikan tetap berjalan optimal,” ujar Andi.
PLN Indonesia Power telah menyusun prosedur mitigasi terorisme, melengkapi perangkat keamanan, meningkatkan kompetensi personel melalui pelatihan bersertifikat, serta melakukan evaluasi keamanan secara berkala di PLTD Tanjungpinang dan PLTU Tanjung Balai Karimun.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi langkah BNPT yang memperkuat pengamanan objek vital nasional di Kepri.
Menurut Nyanyang, posisi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada di jalur pelayaran internasional menuntut pengawasan dan pengamanan yang lebih kuat.
“Kepri memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, kami harus memperkuat pencegahan dan mitigasi terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu stabilitas daerah,” kata Nyanyang.
Pemprov Kepri mendukung penuh program BNPT dan terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan serta pengelola objek vital. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga Kepri tetap aman, kondusif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Asesmen BNPT ini sekaligus memperkuat kesiapan sistem keamanan pembangkit listrik di Kepri dan memastikan pasokan energi tetap terjaga bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Editor: Difky






