Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Imam Fauzan, menegaskan bahwa kebesaran partai tidak diukur dari usia, jumlah pengurus, atau besarnya dana, melainkan dari jumlah kursi di parlemen. Ia mengingatkan bahwa saat ini PPP dianggap kecil karena tidak memiliki kursi di DPR.
Ia menekankan bahwa tantangan Pemilu 2029 akan lebih berat dibandingkan Pemilu 2024. Salah satu sebabnya, PPP harus melalui proses verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menuntut seluruh tingkatan partai memiliki data lengkap, mulai dari DPW 100 persen, DPC 75 persen, hingga PAC 50 persen, lengkap dengan kantor.
“Kalau saat ini kita menekan semua kader harus menyiapkan diri. Kalau tidak kompak, jangankan masuk parlemen, lolos sebagai peserta pemilu saja akan sangat sulit,” ujar, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Provinsi Kepri di Golden View, Bengkong, Minggu (28/12/2025).
Imam Fauzan juga mengingatkan pentingnya menerima hasil rekonsiliasi internal yang tercantum dalam Surat Keputusan Islah. Ia menegaskan, rekonsiliasi tidak selalu memuaskan semua pihak.
“Kalau yang dicari kepuasan sepihak, itu bukan rekonsiliasi, tapi egoisme. Saatnya kita berhenti bertengkar dan mulai bekerja,” tegasnya.
Selain itu, Muswil juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi partai di tingkat daerah, mulai dari DPW hingga DPC, serta menyiapkan bakal calon legislatif (caleg) untuk Pemilu 2029. Imam Fauzan menekankan, pencarian dan dukungan terhadap caleg potensial harus dimulai sejak sekarang agar PPP dapat kembali meraih kursi di DPR.
“Kami yakin, jika seluruh DPW, DPC, dan caleg bersinergi, meraih kursi DPR RI bukan hal yang mustahil. Target kami jelas: kembali ke parlemen pada 2029,” pungkasnya.






