Inflasi Kepri Maret 2026 Tetap Terkendali, Hanya 0,08 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan harga udang basah, bayam, dan daging ayam ras memicu inflasi seiring meningkatnya permintaan saat Idulfitri. Foto: Istimewa

Kenaikan harga udang basah, bayam, dan daging ayam ras memicu inflasi seiring meningkatnya permintaan saat Idulfitri. Foto: Istimewa

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kepulauan Riau pada Maret 2026 sebesar 0,08 persen (mtm). Angka ini lebih rendah dibanding Februari yang mencapai 0,44 persen.

Secara tahunan, inflasi Kepri tercatat 3,23 persen (yoy). Angka ini turun dari bulan sebelumnya 3,54 persen dan lebih rendah dari inflasi nasional 3,48 persen. Kepri juga menjadi provinsi dengan inflasi tahunan terendah kelima di Sumatera.

Secara wilayah, Batam mencatat inflasi 0,11 persen, Karimun 0,56 persen, sedangkan Tanjungpinang mengalami deflasi 0,37 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi dengan kenaikan 0,48 persen. Kenaikan harga udang basah, bayam, dan daging ayam ras memicu inflasi seiring meningkatnya permintaan saat Idulfitri.

Baca Juga :  Inflasi Kepri Desember 2025 Masih Terkendali, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu

Namun, beberapa komoditas justru menahan inflasi.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 1,12 persen akibat turunnya harga emas perhiasan.

Kelompok transportasi juga mencatat deflasi 0,38 persen karena penurunan tarif angkutan udara dan laut setelah kebijakan diskon transportasi selama Idulfitri.

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat pengendalian inflasi di Kepri. Berbagai langkah dilakukan, seperti High Level Meeting TPID, edukasi inflasi, publikasi layanan masyarakat, serta operasi pasar dan pasar murah.

Baca Juga :  Kecelakaan Kapal di Selat Malaka: MV. CMA CGM NIAGARA Tabrak TB. HARBOUR DRAGON

Memasuki April 2026, beberapa faktor berpotensi mendorong inflasi, seperti potensi El Nino, normalisasi tarif transportasi, dan kenaikan harga energi global.

Meski begitu, normalisasi harga emas dan potensi panen komoditas pangan seperti cabai merah diperkirakan menahan tekanan inflasi.

Bank Indonesia dan TPID menargetkan inflasi Kepri tetap berada dalam kisaran 2,5±1 persen pada 2026.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN
Inflasi Kepri Naik 3,92 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Wagub Kepri Tegaskan Pancasila Perekat Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
MPP Karimun Resmi Beroperasi, Permudah Akses Layanan Publik Terintegrasi
Menteri Bappenas Kagumi Budaya dan Potensi UMKM Kepri
Wagub Nyanyang Salat Iduladha Bersama Masyarakat Lingga, Ajak Perkuat Nilai Pengorbanan dan Solidaritas
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:53 WIB

Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas

Senin, 8 Juni 2026 - 21:31 WIB

Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran

Senin, 8 Juni 2026 - 00:15 WIB

Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:14 WIB

Inflasi Kepri Naik 3,92 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 00:04 WIB

Wagub Kepri Tegaskan Pancasila Perekat Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Berita Terbaru