#Prajurit Yonif TP 849/BS Siap Naik Level#
Prada Daffa Abiyyu Putra membuktikan hasil latihan kerasnya dengan meraih medali perunggu pada Kejuaraan Jiujitsu Antar Dojo se-Provinsi Kepulauan Riau di Mall Botania 2, Batam, Sabtu (1/8/2026). Prajurit Yonif TP 849/Beladau Sakti, Lingga, itu kini membidik prestasi di level nasional.
Daffa baru menjalani latihan Jujitsu selama dua bulan di Indonesia Spider Jujitsu (ISJ), Dojo Kenacha Martial Arts Academy, Mall Botania 2. Meski tergolong singkat, latihan tersebut membentuk dasar teknik, fisik, dan mentalnya sebelum turun ke arena.
Medali perunggu pada Spider Challenge 2026 menjadi capaian pertama Daffa. Ia menilai hasil tersebut sebagai awal untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Saya akan berlatih keras untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Prestasi ini baru awal. Ini akan saya jadikan cambuk untuk berlatih lebih keras lagi,” ujar Daffa.
Prajurit kelahiran 11 Oktober 2005 itu kini dipersiapkan untuk berkembang sebagai atlet Jujitsu kelas -69 kilogram putra. Ia membawa motto hidup sehat dan berprestasi sebagai motivasi dalam menjalani latihan.
Program kaderisasi Jujitsu bagi prajurit tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan beladiri. Latihan juga membangun kekuatan fisik, kelincahan, keseimbangan, refleks, serta ketahanan mental.
Head Coach Indonesia Spider Jujitsu (ISJ), Rozi Juhendra, mengatakan Jujitsu memiliki manfaat besar bagi prajurit, terutama dalam menghadapi pertarungan jarak dekat.
“Jujitsu bukan hanya tentang menang dalam pertandingan. Bagi prajurit, latihan ini membentuk kemampuan mengontrol diri, menguasai teknik pertarungan jarak dekat, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental,” kata Rozi.
Menurut pria yang akrab disapa Oji itu, Jujitsu mengajarkan prajurit menggunakan teknik, timing, keseimbangan, dan kontrol tubuh secara tepat. Kemampuan tersebut menjadi penting ketika menghadapi tekanan dan situasi pertarungan jarak dekat.
Selain membangun kemampuan beladiri, program tersebut juga membuka peluang bagi prajurit untuk menekuni Jujitsu sebagai atlet.
Oji melihat usia muda Daffa sebagai modal untuk membangun karier atlet dalam jangka panjang. Ia menilai kemampuan Daffa masih bisa terus berkembang melalui latihan dan pengalaman bertanding.
“Dengan adanya program pelatihan Jujitsu untuk prajurit ini, kami optimistis akan semakin banyak atlet berprestasi yang lahir dan nantinya mengharumkan nama Jujitsu Kepri,” ujar Oji yang juga Ketua Umum Pengprov Jujitsu Kepri.
Bagi Daffa, medali perunggu bukan garis akhir. Capaian itu menjadi pijakan untuk memperbaiki teknik, meningkatkan fisik, dan menambah jam terbang.
Dua bulan latihan telah membawanya ke podium. Kini, ia kembali ke matras dengan target yang lebih tinggi: berprestasi di tingkat nasional.
Editor: Bibah







