1 Januari 2026, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax dan Dex Series

Kamis, 1 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan BBM jenis Pertamax Turbo hadir di SPBU modular area Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, dalam rangka mendukung perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 27-29 September 2024. Foto: PT Pertamina Patra Niaga

Layanan BBM jenis Pertamax Turbo hadir di SPBU modular area Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, dalam rangka mendukung perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 27-29 September 2024. Foto: PT Pertamina Patra Niaga

PT Pertamina (Persero), melalui Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga, secara resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Kebijakan tersebut berlaku efektif mulai Kamis (1/1/2026). Dengan demikian, konsumen dapat membeli berbagai varian BBM non-subsidi dengan harga yang lebih terjangkau dibanding periode sebelumnya.

Berdasarkan keterangan resmi, Kamis (1/1/2026), Kebijakan penurunan harga itu menyasar seluruh produk BBM non-subsidi andalan Pertamina.

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) turun dari Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter. Varian dengan oktan lebih tinggi, Pertamax Green 95, juga turun dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) dibanderol Rp13.400 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp13.750 per liter.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Dorong Pemulihan Pascabanjir Bandang di Solok

Penyesuaian signifikan juga berlaku untuk BBM jenis diesel. Harga Dexlite terkoreksi dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter. Sedangkan untuk Pertamina Dex, penurunan harga mencapai Rp1.400 per liter, dari sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter.

Di tengah penurunan harga BBM non-subsidi tersebut, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi jenis tertentu tetap stabil dan tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite (RON 90) tetap dijual dengan harga eceran Rp10.000 per liter.

Demikian pula dengan Solar Subsidi yang harganya tetap bertahan di level Rp6.800 per liter. Kebijakan itu menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga daya beli masyarakat untuk kategori BBM tertentu.

Baca Juga :  OJK Geledah Kantor PT MASI, Selidiki Dugaan Manipulasi Pasar Modal

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, mengatakan  penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan mengacu pada formula harga jual BBM dari pemerintah.

Proses kalkulasi tersebut mempertimbangkan berbagai faktor eksternal, seperti tren harga rata-rata minyak mentah dunia yang dipublikasikan melalui Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dan tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,” tegasnya. Sumber InfoPublik

Editor: Rega

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru