OJK Geledah Kantor PT MASI, Selidiki Dugaan Manipulasi Pasar Modal

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggeledah kantor PT MASI di kawasan Sudirman Central Business District, Jakarta, Rabu (4/3/2026). OJK melakukan penggeledahan untuk mengusut dugaan tindak pidana di bidang pasar modal.

Langkah ini diambil untuk menjaga integritas, transparansi, dan kepercayaan publik terhadap industri pasar modal Indonesia.

Tim penyidik OJK mengembangkan penyidikan atas dugaan manipulasi informasi fakta material. Penyidik menduga pihak terkait melanggar Pasal 104 juncto Pasal 90 subsidair Pasal 107 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Dalam penyidikan tersebut, penyidik menemukan dugaan tidak dilaporkannya pihak afiliasi penerima fixed allotment dalam penawaran umum perdana saham (IPO). Penyidik juga menduga laporan penggunaan dana IPO tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dugaan manipulasi informasi ini melibatkan pihak sekuritas.

Baca Juga :  OJK Ajak Generasi Muda Kritis dan Bijak Pahami Aset Kripto

Penyidik OJK kemudian menelusuri dugaan transaksi semu sebagaimana diatur dalam Pasal 104 juncto Pasal 91 UU Pasar Modal. Para pelaku menjalankan transaksi antarpihak terafiliasi yang melibatkan tujuh entitas perusahaan dan 58 nominee perorangan. Enam operator mengeksekusi transaksi tersebut di bawah kendali tersangka.

Rangkaian transaksi itu diduga mendorong harga saham PT BEBS di pasar reguler melonjak hingga sekitar 7.150 persen.

Penyidik menduga tindak pidana pasar modal ini terjadi pada periode 2020 hingga 2022. Kasus ini melibatkan ASS selaku beneficial owner PT BEBS, MWK selaku mantan Direktur Investment Banking PT MASI, serta korporasi PT MASI. Para pelaku diduga menggunakan modus insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi semu.

Baca Juga :  Mudikpedia Nataru, Panduan Digital Aman Libur Natal dan Tahun Baru

Dalam proses penyidikan, penyidik OJK telah memeriksa 25 orang saksi dari PT MASI, PT BEBS, perbankan, nominee, serta pihak terkait lainnya.

OJK juga berkoordinasi dengan pengadilan negeri dan Korwas PPNS Bareskrim Polri dalam menangani perkara ini. Melalui langkah tersebut, OJK menegaskan komitmennya menjaga integritas sektor jasa keuangan, melindungi investor, dan mempertahankan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru