Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Panen Raya Serentak bersama TNI di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Panen Raya Serentak bersama TNI di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto mempercepat program swasembada pangan, energi, dan air. Bersamaan dengan itu, ia menegaskan pemerintah tidak akan memberi ampun kepada koruptor maupun pelaku aktivitas ilegal yang merugikan negara.

Prabowo menyampaikan penegasan itu saat memimpin Panen Raya Serentak bersama TNI di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Presiden memastikan Indonesia tetap menjalin persahabatan dengan semua negara. Namun, ia meminta seluruh elemen bangsa bersatu dan bekerja untuk kepentingan rakyat.

Prabowo juga mengingatkan aparatur negara, birokrasi, dan BUMN agar bekerja jujur serta menjaga kepercayaan rakyat. Ia menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi pejabat yang menyalahgunakan jabatan, terlebih mencuri uang rakyat.

Baca Juga :  OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

Pemerintah, kata Prabowo, telah mencapai target swasembada pangan. Kini pemerintah mempercepat swasembada energi dan membangun swasembada air untuk menjamin kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian.

Di saat yang sama, pemerintah terus menindak penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, dan perdagangan yang melanggar hukum. Prabowo mengakui tugas itu tidak mudah, tetapi yakin dapat diselesaikan melalui kerja sama seluruh pihak.

Pada sektor pertanian, pemerintah mempercepat peremajaan kebun tebu yang sempat terhenti selama 12 tahun. Target yang semula selesai dalam empat tahun kini dipangkas menjadi dua tahun sesuai kesiapan Kementerian Pertanian.

Baca Juga :  PGN Perkuat SDM dan Digitalisasi untuk Kejar Target Strategis 2026

“Kita akan percepat dan semua usaha kita akan dilakukan dengan kerja keras. Sekarang hasil-hasilnya sudah mulai kita lihat,” kata Prabowo.

Di sektor energi, Prabowo menyebut Indonesia mulai membangun salah satu blok gas terbesar di kawasan setelah tertunda selama 28 tahun. Indonesia juga menjadi negara pertama yang memproduksi bahan bakar B50 berbahan baku sawit.

“Mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mempercepat program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi sekaligus mendorong kemandirian nasional. Sumber Infopublik

Editor: Difky

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru