Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkomdigi Nezar Patria berbicang-incang dengan Anggota Komisi I DPR RI usai rapat tertutup di gedung DP RI, Jakarta. (Foto: Adit/KPM Kemkomdigi)

Wamenkomdigi Nezar Patria berbicang-incang dengan Anggota Komisi I DPR RI usai rapat tertutup di gedung DP RI, Jakarta. (Foto: Adit/KPM Kemkomdigi)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Raihan ini menegaskan konsistensi Kemenkomdigi dalam menjaga tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan capaian tersebut saat mewakili Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Nezar menjelaskan, opini WTP menunjukkan laporan keuangan Kemenkomdigi telah memenuhi standar akuntansi pemerintahan dan prinsip akuntabilitas yang ditetapkan BPK.

Baca Juga :  442 Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air

Dalam rapat tersebut, Kemenkomdigi juga melaporkan realisasi anggaran 2025 sebesar Rp10,59 triliun atau 83,53 persen dari pagu existing Rp12,67 triliun. Sementara terhadap pagu efektif Rp11,15 triliun, realisasi mencapai 94,95 persen.

Di sisi penerimaan, Kemenkomdigi membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp29,30 triliun, atau 116,04 persen dari target Rp25,25 triliun. Capaian itu menghasilkan surplus sekitar Rp4,05 triliun.

Surplus tersebut ditopang oleh penerimaan dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi Radio, Kewajiban Pelayanan Universal (USO), BHP Telekomunikasi, layanan sertifikasi, penyiaran, dan sumber PNBP lainnya.

Kemenkomdigi juga memaparkan perkembangan infrastruktur digital nasional sepanjang 2025. Layanan 4G kini menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia, sementara cakupan 5G telah mencapai 13,11 persen kawasan permukiman.

Baca Juga :  Kemkomdigi: PP Tunas Lindungi Anak di Ruang Digital

Selain itu, layanan fixed broadband telah tersedia di 72,12 persen wilayah atau menjangkau 5.253 kecamatan di seluruh Indonesia.

Kualitas internet juga terus meningkat. Kecepatan rata-rata mobile broadband di ibu kota provinsi mencapai 63,51 Mbps, sedangkan fixed broadband tercatat 51,84 Mbps.

Rapat kerja bersama Komisi I DPR RI tersebut menjadi ajang evaluasi kinerja Kemenkomdigi sekaligus pengawasan DPR terhadap pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan program percepatan transformasi digital nasional. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judol, Tak Lagi Sekadar Blokir Situs
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru