Meutya Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Judi Online

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid (tengah) berfoto bersama narasumber dan peserta kegiatan IGID Menyapa bertema Gaspol Tolak Judol, Jauhi Judol – Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online, di Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/5/2026). (Foto: Agus Siswanto/InfoPublik/KPM Kemkomdigi)

Menkomdigi Meutya Hafid (tengah) berfoto bersama narasumber dan peserta kegiatan IGID Menyapa bertema Gaspol Tolak Judol, Jauhi Judol – Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online, di Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/5/2026). (Foto: Agus Siswanto/InfoPublik/KPM Kemkomdigi)

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meminta orang tua aktif mengawasi penggunaan media sosial anak untuk mencegah paparan judi online dan penipuan digital.

Hal itu disampaikan Meutya dalam kegiatan IGID Menyapa bertema “Gaspol Tolak Judol, Jauhi Judol – Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online” di Medan, Rabu (13/5/2026).

Meutya mengatakan pemerintah telah menerapkan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas untuk memperketat akses anak ke ruang digital.

Baca Juga :  Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata

“Media sosial berisiko rendah bisa diakses mulai usia 13 tahun. Untuk risiko tinggi harus di atas 16 tahun,” ujarnya.

Menurut Meutya, aturan itu menekan risiko anak terpapar penipuan digital dan judi online.

“Anak-anak paling rentan jadi korban penipuan tanpa pendampingan orang tua,” katanya.

Baca Juga :  PP TUNAS Dorong Industri Film Bangkit, Komdigi Ajak Anak Muda Kurangi Infinite Scrolling

Ia menegaskan pengawasan keluarga menjadi kunci utama. Orang tua diminta tidak membiarkan anak memakai akun media sosial milik orang tua atau saudara.

“Kalau anak bebas memakai akun orang tua, aturan ini tidak akan efektif,” tegasnya.

Meutya juga mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi aktivitas digital anak agar terhindar dari dampak negatif dunia digital. Sumber Infopublik

Editor: Rega

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru