Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam Festival Generasi Berani Exploring yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional, di Cibis Park. Foto: Audie Ichsan InfoPublik/Igid/Ditjen KPM Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam Festival Generasi Berani Exploring yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional, di Cibis Park. Foto: Audie Ichsan InfoPublik/Igid/Ditjen KPM Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta orang tua aktif mengawasi anak saat menggunakan internet. Ia menegaskan keluarga harus menjadi benteng pertama menghadapi konten berbahaya, kecanduan gawai, dan eksploitasi digital.

“Ruang digital itu seperti kolam renang. Kita tidak mungkin membiarkan anak masuk tanpa mengetahui risikonya dan tanpa didampingi,” kata Meutya saat Festival Generasi Berani Exploring di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Pemerintah menerapkan PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) untuk membatasi akses anak di bawah 16 tahun ke platform digital berisiko tinggi.

Pemerintah juga telah menutup akses sekitar 5 juta akun anak pada platform berisiko. Namun, jumlah tersebut masih jauh dibandingkan sekitar 70 juta pengguna internet berusia di bawah 16 tahun.

Baca Juga :  OJK Dorong KUB BPD Perkuat Kredit UMKM dan Ekonomi Daerah

Karena itu, Meutya meminta orang tua mengawasi aktivitas digital anak dan mencegah mereka kembali mengakses platform berisiko.

Meutya mengingatkan penggunaan gawai secara berlebihan dapat menjauhkan anak dari keluarga dan teman sebaya. Anak juga berisiko kehilangan pengalaman sosial karena terlalu lama menatap layar.

Data pemerintah mencatat 42 persen anak pernah merasa takut atau tidak nyaman saat berinternet. Hanya 37,5 persen anak yang pernah mengikuti edukasi keselamatan digital, sedangkan 39,9 persen orang tua mengaku memiliki pengetahuan cukup untuk mendampingi anak berinternet.

Baca Juga :  PPP Tegaskan Persiapan Pemilu 2029 Dimulai dari Muswil

Meutya mengajak orang tua mengurangi waktu anak menggunakan gawai. Ia mendorong keluarga memperbanyak kegiatan bersama melalui bermain, berolahraga, dan bersosialisasi.

“Pengalaman nyata tidak bisa digantikan oleh layar. Anak-anak harus bermain, bersosialisasi, dan tumbuh sesuai usianya,” ujarnya.

Meutya meminta pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat bergerak bersama untuk menjaga anak tetap aman di ruang digital sekaligus tumbuh sehat secara sosial dan emosional. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06