Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dalam Festival Generasi Berani Exploring dalam rangka Hari Anak Nasional 2026, di Cibis Park  Foto: Audie Ichsan InfoPublik/Igid Ditjen KPM Kemkomdigi

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dalam Festival Generasi Berani Exploring dalam rangka Hari Anak Nasional 2026, di Cibis Park Foto: Audie Ichsan InfoPublik/Igid Ditjen KPM Kemkomdigi

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong permainan tradisional kembali menjadi bagian dari keseharian anak Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk membentuk karakter anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap ruang digital.

Fadli mengatakan penerapan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak (PP Tunas) menjadi momentum menghidupkan kembali permainan rakyat di tengah derasnya digitalisasi.

“PP Tunas menjadi intervensi negara yang sangat penting agar anak-anak tidak terlalu banyak terpapar informasi di ruang digital yang sulit mereka saring. Kita tidak bisa menghindari era digital, tetapi kita bisa mengantisipasi dampaknya,” ujar Fadli saat Festival Generasi Berani Exploring di Cibis Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga :  Presiden Prabowo Siap Bertemu Presiden Trump Perkuat Hubungan Bilateral

Menurut Fadli, perlindungan anak tidak cukup dengan membatasi akses ke platform digital. Pemerintah juga harus menyediakan ruang bagi anak untuk bermain, berinteraksi, dan belajar melalui budaya bangsa.

Ia menyebut permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari pemajuan kebudayaan sekaligus sarana membangun kejujuran, kerja sama, sportivitas, dan disiplin.

Indonesia memiliki lebih dari 2.000 jenis permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah. Karena itu, Kementerian Kebudayaan menyiapkan pendataan dan registrasi permainan tradisional serta merintis Museum Permainan Tradisional.

Baca Juga :  Kemkomdigi Gandeng Startup AI Perkuat Penanganan Judi Online dan Kualitas Informasi Digital

“Kita ingin anak-anak memiliki pengalaman bermain bersama teman-temannya di luar ruang, belajar bekerja sama, saling menghargai, dan membangun karakter melalui budaya bangsa,” katanya.

Fadli berharap gerakan tersebut menjadi awal kebangkitan permainan tradisional sekaligus menjaga identitas budaya Indonesia tetap hidup di tengah perkembangan teknologi. Sumber Infopublik

 

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Pemerintah Ubah Strategi Berantas Judol, Tak Lagi Sekadar Blokir Situs
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru