Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memaparkan agenda strategis menjelang Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026. Agenda ini disusun berdasarkan dinamika forum APCAT selama sepuluh tahun terakhir.
Menurut Bima, APCAT terus berkembang sejak digelar pertama kali di Singapura hingga kini melibatkan 46 kota di kawasan Asia Pasifik, seiring meningkatnya tantangan kesehatan dan pembangunan.
APCAT menjadi forum kerja sama kepala daerah untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam isu kesehatan, khususnya pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit tidak menular. Forum ini juga mendorong penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) melalui regulasi daerah.
“Tantangan kita bukan hanya membangun kesadaran kepala daerah, tetapi juga menghadapi industri tembakau,” ujar Bima pada Rapat Persiapan APCAT Summit 2026 di Hotel JW Marriott Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Bima menyoroti strategi industri tembakau yang semakin agresif dan kreatif, termasuk pemasaran produk yang menyasar keluarga dan lingkungan kerja. Bahkan, iklan tembakau kini kerap dikemas menyerupai permen dan minuman ringan.
“Kondisi ini menuntut penguatan kesadaran dan langkah tegas dalam pengendalian tembakau,” tegasnya.
Isu kedua menyangkut harmonisasi regulasi pengendalian tembakau. Bima menegaskan pentingnya keselarasan kebijakan dari tingkat nasional hingga daerah, dengan Kemendagri berperan mengoordinasikan peraturan daerah.
“Koordinasi intensif kami lakukan untuk memastikan regulasi daerah sejalan dengan semangat pengendalian tembakau,” ujarnya.
Isu ketiga adalah regenerasi kepemimpinan. APCAT harus memastikan pemimpin baru di berbagai daerah tetap memiliki komitmen kuat terhadap isu pengendalian tembakau.
“Kami menghubungkan pemimpin di semua level, dari gubernur hingga lurah, agar menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan,” kata Bima.
Menutup paparannya, Bima menegaskan ketiga isu tersebut menjadi fokus utama APCAT Summit 2026. Ia berharap forum ini mendorong aksi nyata dan kebijakan konkret di tingkat daerah.
Editor: Diki






