Meutya: 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada kegiatan kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol - Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online di Kota Medan meminta terutama para ibu dan seluruh keluarga menjadi benteng utama di rumah untuk melindungi anak-anak dari bahaya judi online, selamatkan masa depan anak! Foto: Infopublik.id/Agus Siswanto

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada kegiatan kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol - Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online di Kota Medan meminta terutama para ibu dan seluruh keluarga menjadi benteng utama di rumah untuk melindungi anak-anak dari bahaya judi online, selamatkan masa depan anak! Foto: Infopublik.id/Agus Siswanto

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80 ribu anak masih berusia di bawah 10 tahun.

Meutya menyebut kondisi tersebut menjadi peringatan serius karena judi online kini mudah menjangkau anak-anak melalui media sosial, game, dan berbagai platform digital.

“Masalah ini sangat besar. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Literasi digital penting, tidak cukup hanya menutup akses atau melakukan takedown,” ujar Meutya dalam kegiatan Indonesia GO ID Menyapa bertema “Gaspol Tolak Judol – Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online” di Medan, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan judi online bukan sekadar permainan digital, melainkan penipuan yang merusak kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Kemenpar Gandeng OTA Perkuat Verifikasi Legalitas Akomodasi

Menurutnya, judi online memicu kerugian ekonomi, konflik rumah tangga, kekerasan dalam keluarga, hingga menghancurkan masa depan anak-anak.

“Judi online itu scam. Banyak keluarga kehilangan ketenangan hidup dan masa depan anak akibat praktik ini,” katanya.

Meutya mengatakan pemerintah terus memblokir situs dan konten judi online. Namun, langkah tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor agar lebih efektif.

“Kami menutup akses situs judi online. Tapi jika pelakunya tidak ditindak, situs baru akan terus muncul. Karena itu perlu kerja sama dengan kepolisian, PPATK, OJK, perbankan, dan platform digital,” jelasnya.

Ia juga menyoroti maraknya promosi judi online di media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube yang semakin agresif menyasar masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Instruksikan Gerakan Indonesia ASRI, Daerah Diminta Tertibkan Lingkungan

“Kami meminta platform digital ikut bertanggung jawab karena judi online dilarang di Indonesia,” ujarnya.

Selain penegakan hukum, Meutya meminta keluarga menjadi benteng utama melindungi anak dari paparan judi online.

“Orang tua harus melindungi anak-anak sejak dini dari bahaya judi online,” tegasnya.

Meutya juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial pada anak melalui aturan perlindungan anak di ruang digital.

Menurutnya, pemerintah telah membatasi akses anak terhadap platform digital berisiko tinggi untuk mencegah paparan konten negatif, termasuk judi online.

“Aturan tidak akan efektif jika anak-anak tetap bebas menggunakan media sosial tanpa pengawasan orang tua,” pungkasnya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru