Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di Tengah Akselerasi Transformasi TLKM 30

Selasa, 12 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini. Foto: Istimewa

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini. Foto: Istimewa

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp17,8 triliun sepanjang 2025 dengan margin laba bersih 12,1 persen. Jika dinormalisasi, laba bersih perseroan mencapai Rp22,7 triliun dengan margin 15,4 persen.

Capaian itu ditopang pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Telkom juga membukukan EBITDA Rp72,2 triliun dengan margin 49,2 persen. Sementara normalized EBITDA mencapai Rp73,2 triliun dengan margin 49,9 persen.

Selain menjaga kinerja keuangan, Telkom mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen sepanjang 2025. Angka tersebut terdiri dari capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen.

Perseroan juga mempertahankan kebijakan pembagian dividen dengan payout ratio 89 persen untuk tahun buku 2024. Di saat bersamaan, Telkom masih menjalankan program buyback saham senilai maksimal Rp3 triliun hingga Mei 2026.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan perseroan fokus mempercepat transformasi melalui strategi TLKM 30 sejak 2025.

“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mempercepat visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” kata Dian.

Melalui strategi tersebut, Telkom menjalankan empat pilar transformasi utama, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi shift.

Pada pilar Streamlining, Telkom mulai merampingkan bisnis non-inti. Salah satunya melalui proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang kini memasuki tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada semester I 2026.

Sementara pada pilar Unlock Value, Telkom memperkuat bisnis infrastruktur digital, khususnya konektivitas fiber. Langkah ini diwujudkan lewat pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity ke InfraNexia melalui penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025.

Baca Juga :  Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun, Ekspansi Bank Emas Makin Agresif

Telkom juga mulai mengubah model bisnis dari operating holding menjadi strategic holding. Transformasi itu dilakukan dengan memperkuat empat segmen utama, yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.

Telkom turut menyesuaikan kebijakan akuntansi sebagai bagian dari agenda total governance reset yang diamanatkan Danantara Indonesia.

Penyesuaian tersebut membuat laba bersih perseroan terkontraksi 9,5 persen secara tahunan akibat meningkatnya beban percepatan depresiasi aset. Perseroan juga melakukan restatement laporan keuangan 2023 dan 2024.

Meski begitu, Telkom menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan transparansi, dan memastikan pengelolaan aset lebih disiplin.

Segmen B2C melalui Telkomsel masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan Rp109,2 triliun secara konsolidasi.

Kebutuhan layanan digital yang terus meningkat mendorong trafik data tumbuh 15 persen secara tahunan. Average Revenue Per User (ARPU) juga mulai pulih sejak paruh kedua 2025.

Pada 2026, Telkomsel akan fokus menjaga ARPU melalui strategi penyesuaian harga dan peningkatan kualitas jaringan untuk menekan perpindahan pelanggan.

Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumah dilakukan lebih selektif dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan efisiensi investasi.

Di segmen B2B Infrastructure, TelkomGroup terus memperkuat infrastruktur digital nasional. Perseroan kini mengoperasikan backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer, jaringan menara telekomunikasi, data center, cloud, hingga konektivitas satelit.

Baca Juga :  Gangguan Jaringan Nasional, Layanan Telkomsel, IndiHome, dan Indibiz Menurun

Pendapatan segmen B2B Infrastructure tercatat Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan, didorong bisnis data center dan fiber.

Melalui NeutraDC, Telkom mengelola dua hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga enterprise data center, serta dua co-location data center di Singapura. Perseroan juga mengoperasikan 28 edge data center NeuCentrIX.

Sementara itu, Mitratel membukukan pendapatan Rp9,5 triliun dengan EBITDA margin 82,2 persen. Mitratel kini memiliki 40.230 menara telekomunikasi dan menjadi perusahaan menara terbesar di Asia Tenggara.

Pada bisnis Wholesale & International Service, Telkom mencatat pendapatan Rp10,7 triliun. Hingga kini, TelkomGroup melalui Telin telah terhubung ke 27 sistem kabel laut internasional.

Pada segmen B2B ICT, Telkom membukukan pendapatan Rp15,3 triliun dari layanan konektivitas, managed solution, dan digital service.

Meski permintaan dari sektor pemerintahan dan korporasi sempat tertekan akibat kebijakan efisiensi, Telkom tetap optimistis menjaga pertumbuhan bisnis.

Perseroan kini memperkuat layanan Connectivity+, Cybersecurity, dan Artificial Intelligence (AI) melalui kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global.

Sepanjang 2025, Telkom merealisasikan belanja modal sebesar Rp27,5 triliun atau 18,8 persen dari total pendapatan. Sebanyak 93 persen capex dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur B2C, B2B Infrastructure, dan bisnis internasional.

“Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting untuk mempercepat transformasi. Dengan disiplin operasional, kami yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai berkelanjutan,” tutup Dian.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06