152 Juta Warga Tetap Terima PBI JKN, Data Terus Dimutakhirkan

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melakukan reaktivasi BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Kesehatan Nasional (PBI JKN) di Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026).  ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/nz

Warga melakukan reaktivasi BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Kesehatan Nasional (PBI JKN) di Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/nz

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memastikan pemerintah terus mengonsolidasikan Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar tepat sasaran.

Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Kemensos, dan Direksi BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (16/2/2026).

“Hingga kini, 52 persen penduduk atau sekitar 152 juta jiwa menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan,” ujarnya. Dari jumlah itu, hampir 100 juta peserta ditanggung pemerintah pusat, sedangkan 50 juta lainnya ditanggung pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, data tunggal sosial ekonomi (DTSEN) bersifat dinamis karena dipengaruhi kelahiran, kematian, dan perubahan kondisi ekonomi. “Dinamika ini menuntut kami terus mengonsolidasikan data agar penerima bantuan selalu tepat sasaran,” kata Muhaimin.

Baca Juga :  Posko Kesehatan Milik Pegadaian di Aceh Tamiang Disambangi Presiden

Penonaktifan Peserta untuk Tepat Sasaran
Rapat juga membahas penonaktifan sebagian peserta PBI. Muhaimin menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan sampai ke kelompok yang berhak, yakni desil 1–5. “Peserta yang ekonominya meningkat akan dinonaktifkan, dan haknya dialihkan kepada yang lebih membutuhkan,” jelasnya.

Pemerintah pusat meminta kepala daerah aktif memperbarui dan memverifikasi data melalui pengecekan lapangan untuk memastikan validitas dan kelayakan penerima bantuan. Dari seluruh penerima PBI, sekitar 106 ribu peserta dengan penyakit katastrofik telah diaktifkan kembali. Namun, masih ada peserta yang dinonaktifkan dan perlu penjelasan lebih lanjut mengenai status dan kelayakannya. “Kami akan terus melakukan pengecekan lapangan agar penerima bantuan tepat sasaran,” tegas Muhaimin.

Baca Juga :  Data Diperbarui, BPJS Kesehatan Nonaktifkan Sejumlah Peserta PBI JK

Ia menekankan, rumah sakit wajib menangani semua kasus darurat, termasuk peserta yang menghadapi persoalan administrasi, dengan koordinasi Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan. Pemerintah juga memperkuat mekanisme pengawasan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dan masyarakat miskin serta rentan tidak terabaikan.

Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga efektivitas Program PBI JKN, menyesuaikan dengan dinamika sosial ekonomi, dan memastikan bantuan tepat sasaran di seluruh Indonesia. Sumber InfoPublik

Editor: Rega

Berita Terkait

Pemerintah Percepat Digitalisasi Bansos, Penyaluran Makin Tepat Sasaran
Meutya: 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online
Meutya Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Judi Online
Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di Tengah Akselerasi Transformasi TLKM 30
Ascott Rayakan 30 Tahun di Indonesia Lewat Kampanye “30 & Beyond”
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan
BMKG: Indonesia Mulai Masuki Peralihan Musim, Waspadai Cuaca Ekstrem
Presiden Targetkan Penyaluran 1.582 Kapal Bantuan untuk Nelayan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 01:06 WIB

Pemerintah Percepat Digitalisasi Bansos, Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:10 WIB

Meutya: 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:30 WIB

Meutya Ajak Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Judi Online

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:40 WIB

Telkom Bukukan Laba Rp17,8 Triliun di Tengah Akselerasi Transformasi TLKM 30

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:11 WIB

Ascott Rayakan 30 Tahun di Indonesia Lewat Kampanye “30 & Beyond”

Berita Terbaru