Menko PMK Pimpin Rakor Penanganan Darurat Gempa Sulut–Malut

Minggu, 5 April 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa M7,6 Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026)/ BPBD Kabupaten Minahasa. Foto:  Istimewa

Gempa M7,6 Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026)/ BPBD Kabupaten Minahasa. Foto: Istimewa

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) memimpin rapat koordinasi penanganan darurat gempa magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026).

Menko PMK memerintahkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mempercepat penanganan bencana. Pemerintah memprioritaskan keselamatan jiwa, evakuasi korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Ia juga meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto segera menuju lokasi bencana untuk memimpin penanganan di lapangan.

Menko PMK turut menginstruksikan percepatan penyaluran Dana Siap Pakai (DSP) bagi daerah yang menetapkan status tanggap darurat.

“Keselamatan manusia menjadi prioritas utama. Evakuasi harus cepat dan korban mendapat pelayanan terbaik,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga :  Kemkomdigi Batasi Fitur Login Wikimedia karena Belum Daftar PSE Privat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berpusat di laut, 132 kilometer barat laut Ternate, dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa juga diikuti sejumlah gempa susulan.

Guncangan mencapai skala V–VI MMI di Ternate dan IV–V MMI di Manado.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling melaporkan satu warga meninggal dunia dan kerusakan berat pada Gedung Olahraga (GOR) KONI Sario di Manado.

Kerusakan juga terjadi di salah satu rumah sakit di Manado. Kaca ruang ICU pecah dan tembok runtuh. Petugas mengevakuasi 40 pasien ke lokasi aman.

Di Maluku Utara, BPBD melaporkan lima rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan, serta empat gereja rusak di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.

Baca Juga :  Inovasi Wearable AI Bawa Tim Labmino UI Jadi Duta Global Samsung

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen juga melaporkan kerusakan rumah warga dan fasilitas Pelabuhan Speedboat di Tidore Utara. Sementara itu, ribuan warga di Halmahera Barat masih mengungsi di dataran tinggi.

Tim SAR dari Ternate, Manado, dan Gorontalo terus mengevakuasi korban dan memeriksa keamanan bangunan publik.

BNPB meminta pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat agar bantuan logistik dan Dana Siap Pakai dapat segera disalurkan.

Pemerintah pusat juga mengirim tim gabungan yang dipimpin Kepala BNPB bersama Basarnas dan BMKG untuk mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak. Sumber InfoPublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru