OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Senin, 6 April 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). foto: Istimewa

Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). foto: Istimewa

Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 April 2026 menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Namun, OJK juga mencatat ketidakpastian global meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik di kawasan Teluk.

Konflik di Timur Tengah mengganggu operasional infrastruktur energi dan memicu penutupan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global.

Situasi tersebut mendorong lonjakan harga energi sekaligus meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) sebelumnya memproyeksikan ekonomi global akan menguat pada 2026. Namun, konflik di Timur Tengah memaksa lembaga tersebut merevisi proyeksi pertumbuhan.

Ketidakpastian global dan kenaikan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter bank sentral dunia serta memicu kembali ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Ekonomi Amerika Serikat menghadapi tekanan akibat inflasi yang masih tinggi dan meningkatnya pengangguran.

Pada pertemuan Maret 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan dan hanya memberi sinyal satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang 2026.

Baca Juga :  KURMA 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Ekonomi Syariah dan Transaksi UMKM di Kepri

Namun setelah konflik Iran meningkat, pasar memperkirakan The Fed tidak akan memangkas suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, ekonomi Tiongkok mencatat kinerja di atas ekspektasi. Peningkatan permintaan, perbaikan sisi penawaran, serta stimulus sektor keuangan mendorong pertumbuhan tersebut.

Meski begitu, pemerintah Tiongkok tetap menurunkan target pertumbuhan akibat tantangan struktural dan ketidakpastian global.

Di dalam negeri, inflasi inti pada Maret 2026 tercatat menurun.

Konsumsi masyarakat tetap kuat. Penjualan ritel diperkirakan tumbuh 6,89 persen secara tahunan, sementara penjualan kendaraan bermotor juga menunjukkan kinerja solid.

Dari sisi produksi, aktivitas industri masih ekspansif. Hal ini terlihat dari PMI manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi.

Cadangan devisa Indonesia juga berada pada level memadai dan neraca perdagangan masih mencatat surplus.

Pasar saham domestik bergerak dinamis sepanjang Maret 2026 seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.048,22 pada akhir Maret 2026. Indeks ini turun 14,42 persen secara bulanan dan 18,49 persen sejak awal tahun.

Baca Juga :  Penyerapan Diskon Tiket PELNI Capai 72 Persen, Penumpang Mudik Meningkat

Rata-rata nilai transaksi harian pasar saham tercatat Rp20,66 triliun, turun dari Rp25,62 triliun pada Februari 2026. Pelaku pasar memilih menunggu kejelasan arah pasar di tengah ketidakpastian global.

Investor asing juga mencatat net sell Rp23,34 triliun di pasar saham pada Maret 2026.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) turun ke level 433,16. Yield Surat Berharga Negara (SBN) juga naik akibat meningkatnya persepsi risiko global.

Investor nonresiden mencatat net sell Rp21,80 triliun di pasar SBN selama Maret 2026.

Sementara itu, industri pengelolaan investasi tetap menunjukkan kinerja positif.

Nilai Asset Under Management (AUM) tercatat Rp1.084,10 triliun. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp695,71 triliun.

Investor masih aktif melakukan subscription. Sepanjang tahun berjalan, reksa dana mencatat net subscription sebesar Rp29,12 triliun.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Kemkomdigi Gandeng Startup AI Perkuat Penanganan Judi Online dan Kualitas Informasi Digital
Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Uang Negara Bertambah
Kemkomdigi Selidiki Ketidaksesuaian Rating Usia Game di Steam
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL
Menko PMK Pimpin Rakor Penanganan Darurat Gempa Sulut–Malut
Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan di Usia ke-14
Komdigi Siap Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kembangkan AI untuk Layanan Publik
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 12:46 WIB

Kemkomdigi Gandeng Startup AI Perkuat Penanganan Judi Online dan Kualitas Informasi Digital

Sabtu, 11 April 2026 - 12:17 WIB

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Uang Negara Bertambah

Kamis, 9 April 2026 - 14:24 WIB

Kemkomdigi Selidiki Ketidaksesuaian Rating Usia Game di Steam

Rabu, 8 April 2026 - 19:40 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau

Senin, 6 April 2026 - 20:41 WIB

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Sekda Batam, Firmansyah, menerima kembali piala bergilir dari Kecamatan Sagulung saat malam pembukaan MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri Batamcentre, Jumat (10/4/2026) malam. Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQH XXXIV Kota Batam

Sabtu, 11 Apr 2026 - 11:53 WIB