Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Sepanjang 2025, Pemprov Kepri mengalokasikan bantuan sebesar Rp19,64 miliar untuk berbagai program pembangunan dan penguatan keagamaan.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengatakan bantuan tersebut mencakup berbagai sektor. Salah satunya hibah untuk 15 rumah ibadah dengan nilai hampir Rp2 miliar.
Pemprov Kepri juga menyalurkan insentif keagamaan bagi guru pendidikan nonformal seperti TPQ dan MDA, penyuluh agama non-PNS, serta para pemuka agama dan mubaligh.
Selain itu, program penguatan keagamaan dilakukan melalui penempatan Mubaligh Hinterland di wilayah kepulauan. Kabupaten Anambas mendapat delapan dai yang bertugas membangun optimisme serta memperkuat nilai keimanan masyarakat.
Ansar menegaskan penguatan spiritual sangat penting di tengah berbagai tantangan sosial, seperti meningkatnya kekerasan dan krisis sosial di masyarakat.
“Nilai keimanan harus terus kita perkuat agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis,” ujarnya.
Di sektor infrastruktur, Pemprov Kepri juga menjalankan sejumlah proyek strategis. Di antaranya pembangunan jalan penghubung Batu Nyodong–Desa Payalaman ke Desa Batu Ampar, pemeliharaan rutin jalan provinsi, peningkatan rekonstruksi jalan Letung–Kuala Maras, serta lanjutan penimbunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Desa Teban di Kecamatan Palmatak.
Pemprov Kepri juga memperluas jaringan listrik ke wilayah yang belum terjangkau, seperti Dusun Elang, Dusun Penebung, dan Dusun Nuan.
Hingga saat ini, pemerintah telah memasang jaringan listrik bagi 1.777 rumah tangga di Kabupaten Anambas.
“Secara keseluruhan di Kepulauan Riau, melalui Program Kepri Terang, bantuan pemasangan listrik sudah menjangkau 14.225 rumah tangga,” jelas Ansar.
Ia menegaskan, berbagai program pembangunan dan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kepulauan Riau yang maju, makmur, dan merata.






