BMKG: Indonesia Mulai Masuki Peralihan Musim, Waspadai Cuaca Ekstrem

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

foto BMKG

foto BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau pada 8-14 Mei 2026. Penguatan monsun Australia memicu penurunan potensi hujan, namun BMKG tetap meminta masyarakat waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG, Yuni Maharani, mengatakan monsun Australia membawa massa udara kering dari tenggara dan memperkuat dominasi angin timuran di Indonesia. Kondisi itu membuat kandungan uap air berkurang sehingga potensi hujan mulai menurun di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat sejumlah fenomena atmosfer masih aktif dan berpotensi memicu hujan di berbagai daerah. Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby ekuatorial diprediksi memengaruhi cuaca Indonesia selama sepekan ke depan.

BMKG memperkirakan MJO melintasi Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Gelombang Kelvin aktif di Sumatra, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua.

Baca Juga :  OJK dan Bareskrim Polri Perkuat Kerjasama Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan

Sementara itu, gelombang Rossby ekuatorial diprediksi aktif di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan pesisir barat Papua.

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat masih mendominasi cuaca pada 8-10 Mei 2026. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang berstatus siaga diprediksi terjadi di Sumatra Utara, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Tengah.

BMKG juga memprediksi angin kencang berpotensi melanda Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

Pada 11-14 Mei 2026, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami hujan ringan hingga sedang. Meski begitu, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih mengancam Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

BMKG sebelumnya mencatat suhu maksimum lebih dari 35 derajat Celsius hingga mencapai 37,1 derajat Celsius pada 4-6 Mei 2026. Suhu panas terjadi di Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Utara.

Baca Juga :  Kemendagri Dorong IPDN Hasilkan Kebijakan Berbasis Data dan Inovasi

BMKG menyebut penguatan monsun Australia mengurangi tutupan awan pada pagi hingga siang hari sehingga radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal.

Meski sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau, BMKG masih mencatat hujan lebat hingga ekstrem di beberapa daerah. Curah hujan tertinggi tercatat di Jawa Barat mencapai 159 mm per hari, Kalimantan Barat 131,8 mm per hari, Banten 129 mm per hari, Jawa Tengah 120 mm per hari, dan Sulawesi Tenggara 129,8 mm per hari.

Hujan lebat juga terjadi di Jakarta sebesar 94,8 mm per hari, Maluku 78 mm per hari, Nusa Tenggara Timur 74,9 mm per hari, Sumatra Barat 67 mm per hari, Riau 62 mm per hari, dan Jambi 55,8 mm per hari.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat juga diminta rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi BMKG.

Berita Terkait

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital
Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia
Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat
Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar
Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun
Kepri Perkuat UMKM, Nyanyang Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi
Kemenkomdigi Kembali Raih Opini WTP, PNBP Lampaui Target Rp29,3 Triliun
Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota 300 GB dengan Netflix hingga Spotify Premium
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:52 WIB

Meutya: Orang Tua Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak di Ruang Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB

Fadli Zon Dorong Permainan Tradisional Kembali Jadi Bagian Hidup Anak Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:33 WIB

Amsakar Alihkan Fokus Pembangunan Batam ke Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Beberkan Capaian Besar Pemerintah: Swasembada Pangan hingga Setop Impor Solar

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:10 WIB

Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun

Berita Terbaru