Telkom Awali 2026 dengan Kinerja Positif, Pendapatan Tumbuh Jadi Rp37,2 Triliun

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan pada sejumlah lini bisnis utama dan menjaga fundamental operasional tetap kuat.

Pada kuartal I 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. EBITDA tercatat Rp18 triliun dengan margin 48,3 persen.

Sementara itu, laba bersih mencapai Rp4,3 triliun. Adapun laba bersih yang dinormalisasi tercatat Rp5,1 triliun. Penurunan laba bersih dipengaruhi percepatan depresiasi aset dan proses normalisasi bisnis dalam fase transformasi perusahaan.

Meski demikian, arus kas operasional tetap menunjukkan pertumbuhan 3,1 persen menjadi Rp17,3 triliun, didorong program efisiensi biaya dan peningkatan disiplin penagihan.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan capaian tersebut menjadi modal positif untuk mempercepat pelaksanaan strategi transformasi TLKM 30.

“Telkom akan semakin agresif mengeksekusi strategi TLKM 30 untuk menciptakan nilai yang optimal dan memperkuat keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.

Pada segmen konsumen (B2C), anak usaha Telkom, Telkomsel, mencatat pendapatan Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen secara tahunan.

Baca Juga :  Perkuat Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Luas

Pertumbuhan ditopang peningkatan bisnis digital dan konsumsi data yang naik 2,3 persen. Strategi penyederhanaan produk, disiplin harga, serta peningkatan pengalaman pelanggan turut mendorong Average Revenue Per User (ARPU) menjadi Rp45.100 atau naik 6,4 persen.

Telkom menilai kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet dan konektivitas masih terus meningkat sehingga prospek industri telekomunikasi tetap menjanjikan.

Segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan pendapatan Rp2,4 triliun atau naik 6,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kontributor utama berasal dari bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT) yang dikelola Mitratel. Perusahaan tersebut membukukan pendapatan Rp2,3 triliun dan mempertahankan EBITDA margin tinggi sebesar 82,7 persen.

Sepanjang kuartal I 2026, Mitratel menambah jaringan fiber optik sepanjang 1.080 kilometer sehingga total kepemilikannya mencapai 58.279 kilometer. Ekspansi ini memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terintegrasi di Asia Tenggara.

Di sisi lain, bisnis data center yang dikelola NeutraDC terus menunjukkan prospek cerah seiring meningkatnya kebutuhan industri digital dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga :  Central Hills dan BNI Jalin Kerja Sama Strategic Partnership untuk Percepatan Pembangunan Kawasan

Untuk mendukung transformasi bisnis, Telkom mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp4,9 triliun atau sekitar 13,2 persen dari pendapatan. Sebagian besar dana digunakan untuk pengembangan infrastruktur B2C, B2B Infrastructure, dan bisnis internasional.

Perusahaan juga melanjutkan program penataan portofolio melalui divestasi, merger, dan penyederhanaan entitas non-inti.

Salah satu langkah strategis yang tengah berjalan ialah divestasi bisnis kesehatan AdMedika yang ditargetkan selesai pada semester pertama 2026.

Selain itu, Telkom menyiapkan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber tahap kedua ke InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat monetisasi aset, meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur, serta memperbesar kontribusi bisnis B2B terhadap pendapatan TelkomGroup.

Telkom optimistis transformasi TLKM 30 akan memperkuat daya saing perusahaan di tengah peluang dan tantangan industri digital yang terus berkembang.

“Kami akan terus mempercepat transformasi dengan mengedepankan disiplin operasional, memperluas layanan yang inklusif, dan membangun ekosistem digital yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat,” tutup Dian.

Editor: Bibah

Berita Terkait

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam
Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global
ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas
J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global
Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam
Bank Danus Raih Bintang 5, Winoto Masuk Top 10 CEO BPR 2026
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:16 WIB

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:23 WIB

Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:33 WIB

ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:46 WIB

J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:56 WIB

Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam

Berita Terbaru