Amsakar Minta TPID Kendalikan Inflasi, Soroti Pertumbuhan Ekonomi Batam yang Nol Persen

Jumat, 19 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan arahan saat menghadiri HLM TPID Kota Batam Tahun 2026 di Ruang Raja Haji Fisabilillah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Jumat (19/6/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan arahan saat menghadiri HLM TPID Kota Batam Tahun 2026 di Ruang Raja Haji Fisabilillah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Jumat (19/6/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah pengendalian inflasi setelah angka inflasi Kota Batam mencapai 3,99 persen atau melampaui target nasional 1,5–3,5 persen.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam yang dirangkaikan dengan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Jumat (19/6/2026).

Amsakar menegaskan, pemerintah daerah harus fokus mengendalikan komoditas penyumbang utama inflasi. Berdasarkan data TPID, inflasi Batam dipicu kenaikan harga emas perhiasan, tarif angkutan udara, beras, daging ayam ras, dan makanan jadi.

“Komoditas penyumbang inflasi harus menjadi perhatian bersama. Untuk kebijakan yang menjadi kewenangan daerah, kita harus segera mengambil langkah. Sementara untuk tarif angkutan udara, kami berharap ada kebijakan khusus agar beban masyarakat bisa berkurang,” katanya.

Baca Juga :  Anak-anak Batam Seru-seruan di Neon Slime Adventure Wyndham Panbil

Selain inflasi, Amsakar menyoroti pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan I 2026 yang tercatat nol persen. Menurutnya, angka tersebut tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan.

Ia menilai sejumlah indikator ekonomi justru menunjukkan tren positif, seperti meningkatnya kunjungan wisatawan, pertumbuhan investasi, serta stabilitas dunia usaha dan ketenagakerjaan.

Karena itu, Pemko Batam akan menggelar rapat koordinasi bersama BP Batam, Bank Indonesia, BPS, dan Bea Cukai untuk mengkaji data secara menyeluruh.

“Kami tidak ingin mengubah data. Yang kami butuhkan adalah data yang objektif dan akurat. Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang benar,” tegasnya.

Baca Juga :  Selamat dari Kapal Terbalik, Yusuf Tankin Bertahan 38 Jam di Ruang Mesin

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Rony Wijidarto mengatakan stabilitas inflasi menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal.

Menurutnya, tingginya daya beli masyarakat dan pertumbuhan sektor industri membuat arus barang dari luar daerah terus meningkat. Di sisi lain, Batam masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain karena keterbatasan lahan pertanian.

“Inflasi diukur dari perubahan harga. Karena itu, menjaga stabilitas harga, terutama di pasar tradisional, menjadi sangat penting,” ujarnya.

Rony menyebut emas perhiasan masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di Batam selama tiga tahun terakhir. Selain itu, makanan jadi seperti nasi campur dan nasi goreng juga konsisten masuk dalam daftar penyumbang utama inflasi.

Editor: Difky

Berita Terkait

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya
Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:54

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43

Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06