Indonesia Dorong Kerja Sama Global Tata Kelola Ruang Digital

Minggu, 21 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya (kiri), berbincang dengan delegasi Chili pada The 70th Meeting of the Bureau of the Intergovernmental Council of UNESCO’s International Programme for the Development of Communication (IPDC) yang berlangsung di Paris, Prancis, Kamis (18/6/ 2026). Indonesia dalam forum tersebut dikatakan Fifi mendorong penguatan kapasitas media dalam menghadapi disrupsi kecerdasan artifisial (AI), menjaga integritas informasi, serta meningkatkan keselamatan jurnalis melalui forum UNESCO. Foto: Istimewa/Ditjen KPM Kemkomdigi

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya (kiri), berbincang dengan delegasi Chili pada The 70th Meeting of the Bureau of the Intergovernmental Council of UNESCO’s International Programme for the Development of Communication (IPDC) yang berlangsung di Paris, Prancis, Kamis (18/6/ 2026). Indonesia dalam forum tersebut dikatakan Fifi mendorong penguatan kapasitas media dalam menghadapi disrupsi kecerdasan artifisial (AI), menjaga integritas informasi, serta meningkatkan keselamatan jurnalis melalui forum UNESCO. Foto: Istimewa/Ditjen KPM Kemkomdigi

Indonesia menilai pengelolaan media sosial dan platform digital membutuhkan kerja sama lintas negara. Platform digital yang beroperasi tanpa batas wilayah harus diatur bersama untuk menciptakan ruang digital yang aman, bertanggung jawab, dan tetap menjamin kebebasan berekspresi.

Pandangan itu disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Fifi Aleyda Yahya dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar di sela The 70th Meeting of the Bureau of UNESCO’s International Programme for the Development of Communication (IPDC) di Paris, Prancis, 18–19 Juni 2026.

Fifi menyoroti sejumlah tantangan utama ruang digital, seperti perlindungan anak di media sosial, penyebaran ujaran kebencian, ekstremisme, dan konten terorisme.

Baca Juga :  Indonesia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak

Ia menegaskan penindakan terhadap ujaran kebencian bukan bentuk pembatasan kebebasan berekspresi. Menurutnya, konten bermuatan kebencian tetap harus ditindak meski disebarkan melalui platform media sosial.

“Harus ditindak. Tempatnya memang di platform media sosial, tetapi substansinya tetap hate speech,” ujar Fifi, Jumat (19/6/2026).

Fifi menyebut kebebasan pers dan berekspresi di Indonesia tetap berjalan. Media massa masih menjalankan fungsi jurnalistik secara terbuka, sementara pemerintah terus memperkuat tata kelola ruang digital.

Ia juga membahas isu keselamatan jurnalis yang menjadi perhatian dunia. Namun, menurutnya, Indonesia tidak termasuk negara dengan persoalan kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi secara sistematis dan berkelanjutan.

Baca Juga :  BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jalur Wisata Bopunjur Aman

Sementara itu, Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar menilai teknologi digital telah mengubah ekosistem komunikasi global.

Menurutnya, media sosial membuat setiap orang dapat memproduksi, menyebarkan, dan memengaruhi arus informasi. “Kini setiap orang secara praktis menjadi jurnalis,” kata Oemar.

Ia menilai perubahan tersebut membutuhkan peran regulator dan lembaga pengawas untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab publik.

Oemar menyebut tantangan terbesar berada pada platform digital global yang melampaui batas yurisdiksi negara. Karena itu, forum internasional seperti UNESCO menjadi penting untuk membangun kesepahaman mengenai tata kelola ruang digital. Sumber Infopublik

Editor: Rega

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru