Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).
Dukungan itu disampaikan Dody saat mengunjungi Pulau Penyengat, Sabtu (29/8/2026). Menteri PU mendapat paparan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepri, Rodi Yantari, di depan maket Museum dan Monumen Tugu Bahasa Nasional yang berada di Balai Adat.
Rodi mengatakan Dody juga menawarkan dukungan untuk sejumlah infrastruktur pendukung pembangunan kawasan tersebut.
“Beliau (Menteri PU) mau membantu dan men-support sejumlah infrastruktur pendukung. Di antaranya renovasi Balai Adat, pelabuhan dan pelataran yang ada di depan Balai Adat,” kata Rodi, Minggu (30/8/2026).
Dody turut mengapresiasi langkah Pemprov Kepri yang mengalokasikan Rp100 miliar untuk pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional. Anggaran tersebut telah masuk tahap kontrak dan pembangunan dijadwalkan berlangsung pada 2026.
“Beliau sangat antusias dan mendukung penuh,” ujar Rodi.
Menurut Rodi, pembangunan museum dan monumen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kepri memperkuat Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu sekaligus destinasi pariwisata yang terintegrasi.
“Dan yang terpenting adalah, melalui Museum dan Monumen Bahasa ini kita menunjukkan bahwa di sinilah, di Pulau Penyengat adalah tempat lahirnya Bahasa Indonesia yang bukan hanya menjadi kebanggaan Kepulauan Riau, tetapi kebanggaan nasional,” katanya.
Rodi menegaskan pembangunan tersebut membutuhkan komitmen dan kolaborasi pemerintah pusat, Pemprov Kepri, serta Pemko Tanjungpinang.
Kementerian PU juga memberi perhatian terhadap pengembangan Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata sejarah dan pusat peradaban Melayu. Dalam beberapa tahun terakhir, kementerian telah melakukan penataan dan meningkatkan kualitas permukiman di pulau tersebut.
Dody mengatakan Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas perbaikan pelantar di Pulau Penyengat.
“Kementerian PU akan menghitung total kebutuhan anggaran untuk penataan lanjutan Pulau Penyengat,” kata Dody.
Ia juga mendukung pengembangan Pulau Penyengat sebagai pusat budaya nasional dan pariwisata.
Untuk mendukung rencana tersebut, Kementerian PU meminta Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang segera berkoordinasi dengan balai Kementerian PU di daerah. Koordinasi itu diperlukan untuk menyiapkan readiness criteria, termasuk dokumen perencanaan dan administrasi.
Kementerian PU menargetkan dukungan penataan Pulau Penyengat dapat dilakukan secara bertahap melalui APBN mulai 2027.
Dalam kunjungan kerjanya, Dody meninjau sejumlah lokasi di Tanjungpinang. Selain Pulau Penyengat, ia melihat kondisi Dermaga Pelantar Kuning yang menghubungkan Tanjungpinang dengan Pulau Penyengat.
Menteri PU juga meninjau lahan rencana pembangunan RSUD di Dompak, progres pembangunan Waduk Jalan Srikaton, serta GOR yang masuk dalam usulan strategis Pemko Tanjungpinang.
Dody kemudian meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Madong. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2027.
Editor: Rega







