Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen dalam satu tahun enam bulan terakhir. Di saat yang sama, nilai investasi melonjak dari Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun, dengan realisasi investasi semester I 2026 mendekati Rp30 triliun.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, capaian tersebut menunjukkan geliat ekonomi Batam terus menguat. Pemerintah juga mencatat perbaikan pada sejumlah indikator pembangunan dan sektor pariwisata.
Amsakar menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.
Pertumbuhan juga terlihat dari sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) naik dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan.
Sementara itu, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) meningkat dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan.
Menurut Amsakar, perkembangan tersebut tidak lepas dari perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam. Ia menyebut Batam telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan mendapat dukungan melalui penerbitan lima Peraturan Pemerintah (PP) untuk mempercepat pembangunan.
“Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar.
Amsakar juga menegaskan pembangunan Batam sejauh ini mampu berjalan dengan mengandalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Menurut dia, pembangunan tersebut tidak bergantung pada rupiah murni dari APBN maupun APBD.
Ia menilai capaian itu lahir dari kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, dan pelaku usaha.
Di akhir sambutannya, Amsakar mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial.
Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh algoritma media sosial yang kerap mendorong narasi negatif demi mengejar jumlah penonton.
Amsakar juga meminta masyarakat tidak menyebarkan fitnah, hoaks, maupun narasi yang dapat memecah belah.
Sebaliknya, ia mendorong masyarakat mengisi ruang digital dengan konten yang produktif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi publik.
Editor: Bibah







