Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengapresiasi kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia, terutama Batam yang berada di jalur perlintasan internasional.
Amsakar menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri latihan penanganan pasca-force down Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Kargo Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026).
Latihan tersebut mengusung tema “Koopsudnas Beserta Satuan Jajarannya Siap Melaksanakan Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Ruang Udara (Opsgakkumpamrud) Wilayah Kodau I Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AU.”
Dalam latihan itu, TNI AU memperagakan penanganan cepat dan terpadu terhadap pesawat asing yang melanggar wilayah udara Indonesia.
Alutsista TNI AU memaksa pesawat tersebut mendarat atau force down. Setelah pesawat mendarat, personel terkait menjalankan prosedur penanganan sesuai ketentuan hukum dan operasi yang berlaku.
Amsakar menilai latihan tersebut menunjukkan kesiapan TNI AU menghadapi potensi pelanggaran wilayah udara sekaligus memperkuat rasa aman di Batam.
“Batam berada di jalur perlintasan internasional yang sangat krusial. Kehadiran dan kesiapsiagaan prajurit TNI AU melalui latihan force down ini memberikan rasa aman, tidak hanya bagi kedaulatan negara, tetapi juga bagi iklim investasi dan aktivitas perekonomian di Kota Batam,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, keamanan dan stabilitas wilayah menjadi modal penting bagi Batam. Kondisi yang kondusif tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga menjaga kelancaran aktivitas dunia usaha dan investasi.
Karena itu, Pemko Batam mendorong penguatan koordinasi dengan TNI AU dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Amsakar menegaskan pemerintah daerah siap mendukung kebutuhan teknis maupun operasional dalam menjaga keamanan ruang udara Batam.
“Sinergi antara pemerintah daerah, otoritas bandara, dan TNI AU sangat mutlak. Kami di Pemko Batam berkomitmen penuh mendukung kebutuhan koordinasi teknis maupun operasional di lapangan demi menjaga Batam tetap kondusif,” tambahnya.
Latihan Koopsudnas juga melibatkan sejumlah unsur lintas instansi, termasuk TNI AU dan pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Mereka menguji koordinasi dalam setiap tahapan penanganan pasca-force down. Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh prosedur berjalan cepat, terpadu, dan sesuai ketentuan hukum.
Melalui latihan ini, TNI AU sekaligus memperkuat kesiapan personel dan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi pelanggaran wilayah udara, khususnya di kawasan strategis seperti Batam.
Editor: Bibah







