Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Sabtu, 12 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Kota Batam

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Kota Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta Gerakan Masyarakat Peduli Pesisir (GMPP) Kota Batam aktif menjembatani kepentingan masyarakat pesisir dengan pemerintah di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Amsakar menyampaikan hal itu saat menghadiri Pengukuhan Pengurus GMPP Kota Batam di Golden View Hotel, Bengkong, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Amsakar, karakter Batam sebagai daerah maritim membuat pemerintah harus memberi perhatian serius terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada wilayah pesisir.

“Pemerintah tidak bisa bekerja atas maunya pemerintah saja, tetapi mesti ada penglibatan dan keikutsertaan masyarakat di dalamnya,” kata Amsakar.

Amsakar menegaskan, pemerintah tidak boleh mengambil kebijakan pembangunan secara sepihak. Setiap program harus memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat yang bersentuhan langsung dengan pembangunan.

Ia mengakui setiap pembangunan membawa konsekuensi. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat perlu mencari cara untuk menekan dampak tersebut sekaligus memastikan masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian.

“Mau dia bernama nelayan, mau dia bernama petani, mau dia bernama masyarakat tempatan, bagaimana konsekuensi itu diminimalisir, bagaimana agar konsekuensi itu dibantu mencari jalan terbaiknya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko Batam Matangkan RPBD, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Amsakar menilai masyarakat pesisir bukan hanya nelayan. Petani dan masyarakat tempatan yang bergantung pada ruang hidup serta sumber daya pesisir juga masuk dalam kelompok yang harus mendapat perhatian.

Karena itu, Amsakar meminta GMPP tidak berhenti sebagai organisasi yang menghimpun masyarakat peduli pesisir. GMPP harus turun ke lapangan, menyerap aspirasi, memetakan persoalan, dan ikut mencari solusi.

Ia menilai GMPP memiliki posisi strategis karena dapat membawa persoalan masyarakat kepada pemerintah secara konstruktif. Sebaliknya, organisasi tersebut juga dapat membantu masyarakat memahami arah dan kebijakan pembangunan.

“GMPP” diharapkan menjadi ruang kolaborasi agar pemerintah dan masyarakat dapat menyelesaikan persoalan pesisir secara bersama.

Ketua GMPP Provinsi Kepulauan Riau Edi Sofyan mengatakan organisasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di kawasan pesisir dan laut.

Baca Juga :  Pemko Batam Tetapkan MTQH XXXIV Digelar 10–16 April 2026

Ia menyebut isu eksploitasi laut di Tanjungpinang sebagai salah satu persoalan yang mendapat perhatian. Menurut Edi, persoalan pesisir tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga berdampak pada ekonomi, sosial, dan keberlangsungan mata pencaharian.

“Batam sebagai daerah kepulauan dengan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat memiliki masyarakat pesisir yang kehidupannya sangat erat dengan laut. Kondisi ini membuat keberadaan GMPP diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Edi menegaskan GMPP akan mengadvokasi hak masyarakat pesisir, terutama agar mereka tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan mendapat perlindungan di tengah perubahan akibat pembangunan.

GMPP juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi itu akan diarahkan pada pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk memperkuat ekonomi agar masyarakat semakin mandiri dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Editor: Difky

Berita Terkait

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya
PAD Batam Capai Rp2,58 Triliun, Pemko Genjot Potensi Ekonomi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:54

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43

Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06