Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC) dan memperkuat pencegahan penularan.
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, tantangan penanganan TBC di Indonesia kini bukan lagi pada pengobatan, tetapi menemukan pasien yang belum teridentifikasi.
“Persoalan kita bukan lagi bagaimana mengobati pasien TBC, karena tingkat keberhasilan pengobatannya sudah sangat baik. Tantangan kita adalah menemukan kasus dan mencegah orang yang kontak erat agar tidak ikut sakit,” ujar Benjamin saat memberikan pengarahan di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, termasuk Cek Kesehatan Gratis di Kepri.
Benjamin menyebut pemberantasan TBC menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini mendorong penemuan kasus secara aktif agar pasien segera mendapat pengobatan sekaligus memutus rantai penularan.
Di Kepri, tantangan itu semakin besar karena kondisi geografis kepulauan. Dari perkiraan sekitar 13 ribu kasus TBC, baru sekitar 6.000 hingga 7.000 kasus yang berhasil ditemukan.
Sebaliknya, pasien yang sudah teridentifikasi mendapat penanganan dengan hasil cukup baik. Tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Kepri mencapai sekitar 95 persen.
“Jadi kita relatif baik dalam mengobati, tetapi masih kurang dalam menemukan kasus dan melakukan pencegahan,” kata Benjamin.
Kemenkes mendorong pemerintah daerah mengubah pola penemuan kasus dari pasif menjadi aktif. Kader kesehatan, camat, lurah, pemerintah daerah hingga masyarakat perlu terlibat mencari warga yang berisiko terinfeksi.
Petugas juga harus memeriksa orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi infeksi sejak dini dan mencegahnya berkembang menjadi penyakit.
Mereka yang memenuhi kriteria akan mendapat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah infeksi berkembang menjadi TBC.
Kepri juga akan memperkuat program melalui pembentukan dan pengembangan Desa/Kelurahan Siaga TBC.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Kemenkes menyiapkan 10 unit alat X-ray bagi Provinsi Kepri. Pemerintah menargetkan peralatan tersebut diserahkan pada bulan depan.
Kemenkes juga menyiapkan dukungan pembiayaan untuk pemeriksaan TBC, termasuk bagi tenaga kesehatan, radiografer, dokter dan kader yang menjalankan program tersebut.
Secara nasional, pemerintah mendorong pemerataan fasilitas pemeriksaan dengan menambah alat X-ray di puskesmas. Dukungan tenaga radiografer dan peremajaan fasilitas kesehatan juga menjadi bagian dari penguatan layanan.
Benjamin menegaskan, pemerintah tidak bisa hanya menunggu warga datang ketika sudah sakit. Penanganan TBC harus dimulai dari deteksi dini, pemeriksaan kontak erat dan pencegahan penularan.
“Keberhasilan program penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat,” tegasnya.
Editor: Bibah







