BPJS Ketenagakerjaan untuk 42 Ribu Nelayan dan Petani di Kepri

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubenur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan hibah Pemerintah Provinsi Kepri kepada masyarakat, organisasi, dan rumah ibadah di Masjid Darul Muttaqin, Perumahan Taman Cipta Asri II, Selasa (9/12/2025).Foto: istimewa

Gubenur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan hibah Pemerintah Provinsi Kepri kepada masyarakat, organisasi, dan rumah ibadah di Masjid Darul Muttaqin, Perumahan Taman Cipta Asri II, Selasa (9/12/2025).Foto: istimewa

Batam, metroposid.com: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya nelayan dan petani yang bekerja di sektor berisiko tinggi.

Salah satu bentuk dukungan konkret adalah pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 42 ribu nelayan dan petani di Kepri yang seluruhnya ditanggung melalui APBD Provinsi Kepri. Dari jumlah tersebut, 31 ribu merupakan nelayan, sementara hampir 10 ribu adalah petani.

Baca Juga :  Amsakar-Li Claudia Raih Penghargaan di HUT Posmetro.co

Ansar menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor maritim dan agrikultur yang setiap hari menghadapi risiko tinggi.

“Karena, nelayan pergi pagi-pagi ke laut. Kita harus menjaga mereka,” tegasnya.

Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, peserta yang meninggal dunia saat bekerja berhak menerima santunan Rp70 juta dan beasiswa pendidikan bagi dua anak hingga jenjang S1.

Peserta yang meninggal karena sakit biasa akan mendapatkan santunan Rp42 juta, serta beasiswa untuk dua anak jika telah terdaftar minimal tiga tahun berturut-turut.

Baca Juga :  Rakornas RUU Daerah Kepulauan, Berharap Segera Dibahas DPR RI

Tahun ini, Pemprov Kepri mengalokasikan hampir Rp10 miliar untuk membiayai program perlindungan tersebut. Ansar menegaskan komitmen untuk terus memperluas jangkauan perlindungan bagi pekerja sektor informal.

“Kita ingin memastikan keluarga nelayan dan petani tetap terlindungi. Anak-anak mereka harus tetap bisa sekolah, bahkan sampai perguruan tinggi,” pungkasnya.

Editor: Rega

Berita Terkait

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum
BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri
Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital
Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan
Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana
Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:35 WIB

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22 WIB

BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16 WIB

Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:20 WIB

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Senin, 15 Juni 2026 - 17:15 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

Berita Terbaru