BP Batam kembali mendekatkan layanan perizinan kepada pelaku usaha melalui Coaching Clinic Perizinan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam bertajuk “BP Batam Terus Menyapa”.
Kantor Penghubung Jakarta menggelar kegiatan itu di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Lebih dari 100 pelaku usaha yang menjalankan bisnis di Batam mengikuti kegiatan tersebut.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, membuka kegiatan yang memasuki tahun ketiga itu.
“Ini merupakan tahun ketiga Coaching Clinic dilaksanakan. Kami ingin Kantor Penghubung Jakarta tidak hanya menjadi representasi BP Batam, tetapi juga menjadi fasilitator yang aktif bagi pelaku usaha,” ujar Ariastuty.
Ariastuty mengatakan BP Batam terus memperkuat layanan untuk mempermudah investasi dan memberi kepastian kepada pelaku usaha.
Ia menyebut ekonomi Batam tumbuh 7,28 persen pada Semester I 2026, sementara realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun.
“Hal ini menunjukkan bahwa Batam memiliki rekam jejak resiliensi ekonomi sebagai modal besar bagi kemajuan perekonomian regional maupun nasional,” katanya.
BP Batam juga mencatat 1.182 permohonan melalui sistem OSS pada 1–20 September 2026. Permohonan itu meliputi Perizinan Berusaha, PB UMKU, PKKPRL, dan Persetujuan Lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperoleh informasi yang jelas dan memahami berbagai ketentuan terbaru melalui pendampingan langsung,” ujar Ariastuty.
BP Batam menghadirkan Direktur Sistem Perizinan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Purwo Wiyatmanto, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam Rully Syah Rizal, serta Fadli Rahman Kinasih dari pengelola fasilitas KEK dan kawasan khusus lainnya sebagai narasumber.
Para narasumber membahas regulasi lalu lintas barang, OSS berbasis risiko, serta ketentuan keluar-masuk barang di KPBPB Batam.
BP Batam kemudian membuka sesi one-on-one coaching. Pelaku usaha memanfaatkan sesi itu untuk menyampaikan kendala dan meminta solusi terkait perizinan serta kegiatan usaha di Batam.
Editor: Difky







