Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jumat (23/10/2026). IPDN memberikan penghargaan tersebut atas kontribusi Ansar dalam mendukung pendidikan kepamongprajaan dan membagikan wawasan kepemimpinan kepada para praja.
Rektor IPDN Halilul Khairi menyerahkan langsung penghargaan tersebut. Pada kesempatan yang sama, IPDN juga menyematkan gelar Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Ansar.
Ansar mengawali rangkaian kegiatan dengan menjadi khatib salat Jumat di Masjid Darul Ma’arif IPDN. Ia kemudian memimpin Upacara Makan Siang di Gedung Menza Nusantara sebelum mengikuti prosesi penganugerahan.
Pemprov Kepri dan IPDN juga menandatangani nota kesepakatan tentang sinergi penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ansar menyambut penghargaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk memperkuat kerja sama dengan IPDN. Ia menilai IPDN berperan penting dalam mencetak calon pemimpin dan aparatur pemerintahan yang berintegritas, berdedikasi, serta mampu memberikan pelayanan publik berkualitas.
“Terima kasih atas penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya dan penyematan Alumni Kehormatan IPDN ini. Kami berharap hubungan yang terjalin dapat semakin memperkuat sinergi antara IPDN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kepri siap menjadi rumah pengabdian bagi para abdi praja melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Ansar.
Ansar turut memaparkan potensi dan perkembangan pembangunan Kepri, termasuk berbagai penghargaan yang diraih pemerintah daerah. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan, termasuk alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), dan IPDN yang mengabdi di lingkungan Pemprov Kepri.
Ia menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan kontribusi seluruh aparatur, baik lulusan pendidikan kepamongprajaan maupun aparatur dari latar belakang pendidikan lainnya. Kebersamaan, dedikasi, kinerja, dan loyalitas menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan Kepri sebagai wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kebersamaan, dedikasi, dan loyalitas seluruh aparatur untuk terus memberikan kinerja terbaik. Bersama IPDN dan seluruh jajaran pemerintah daerah, kita juga dapat mengambil peran sebagai pelopor dalam mendukung berbagai target pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” katanya.
Rektor IPDN Halilul Khairi menjelaskan, pihaknya mempertimbangkan dua hal dalam memberikan penghargaan kepada Ansar. Pertama, capaian pembangunan Kepri di bawah kepemimpinan Ansar, termasuk penghargaan yang diraih serta perkembangan indikator ekonomi dan sosial.
Kedua, hubungan historis wilayah Riau dengan perjalanan lahirnya institusi pendidikan kepamongprajaan yang kini berkembang menjadi IPDN.
Halilul berharap Pemprov Kepri terus memberikan perhatian kepada para purna praja IPDN agar mereka dapat memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah.
Penganugerahan penghargaan dan penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi langkah untuk memperkuat kemitraan Pemprov Kepri dan IPDN. Kedua pihak diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur, mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memperbaiki kualitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Editor: Bibah







