Dari Barcelona ke Indonesia: Indosat Hadirkan 5G Berbasis AI

Senin, 2 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Spanyol, Indosat menampilkan panggilan 5G berbasis AI pertama di Asia Tenggara. Foto: Istimewa

Dalam ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Spanyol, Indosat menampilkan panggilan 5G berbasis AI pertama di Asia Tenggara. Foto: Istimewa

Dari perintah suara yang dikirim ribuan kilometer jauhnya hingga aksi nyata di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) bersama Nokia dan NVIDIA membuktikan bahwa teknologi benar-benar menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.

Dalam ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Spanyol, Indosat menampilkan panggilan 5G berbasis kecerdasan artifisial (AI) pertama di Asia Tenggara. Uji coba ini menegaskan kesiapan teknologi Indosat sekaligus memproyeksikan arah transformasi digital Indonesia yang inklusif dan merata.

Selama demonstrasi berlangsung, AI dan network intelligence bekerja secara simultan. Sistem memproses instruksi, data, dan video secara real time, mengirimkannya lintas negara dengan aman dan minim latensi. Indosat memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan komitmennya menghadirkan AI hingga ke rumah, kantor, kota besar, bahkan wilayah terpencil yang jauh dari pusat data.

Presiden Direktur dan CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar uji teknologi. “Kami memastikan setiap orang Indonesia, di mana pun berada, dapat merasakan manfaat digitalisasi dan AI. Tidak seorang pun boleh tertinggal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemulihan Jaringan Capai 97,8 Persen, Menkomdigi Dampingi Warga Terdampak Banjir di Deli Serdang

Melalui teknologi AI-RAN, Indosat mengintegrasikan kecerdasan buatan langsung ke dalam jaringan. Perusahaan mempercepat respons sistem, menekan latensi, meningkatkan efisiensi energi, dan mengoptimalkan spektrum. Hasilnya, jaringan tidak hanya lebih cerdas, tetapi juga lebih relevan bagi kebutuhan sehari-hari.

Dampaknya langsung terasa. Petani dapat mengoperasikan perangkat pertanian cerdas secara jarak jauh. Tenaga kesehatan memanfaatkan diagnostik berbasis AI dengan respons cepat. Guru mempersonalisasikan materi pembelajaran bagi siswa di berbagai wilayah.

Sebagai operator seluler sekaligus penyedia pusat data dan GPU-as-a-Service, Indosat menggabungkan jaringan, cloud, dan AI dalam satu platform terintegrasi. Strategi ini mempercepat peluncuran layanan digital sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Chief Technology and AI Officer Nokia, Pallavi Mahajan, menyebut kolaborasi ini sebagai tolok ukur baru jaringan seluler berbasis AI. Ia menilai sinergi IOH, Nokia, dan NVIDIA membentuk ulang cara jaringan beroperasi serta mempercepat ambisi digital Indonesia.

Baca Juga :  Kemkomdigi Temukan 156 Paket Seluler Belum Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Senada, Senior Vice President NVIDIA, Ronnie Vasishta, menekankan bahwa AI-RAN menjadi platform distribusi kecerdasan yang mendorong inovasi lokal, memperkuat ekosistem nasional, serta memacu pertumbuhan ekonomi dan talenta digital.

Ke depan, Indosat akan membangun empat klaster AI-RAN di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menandai transisi dari tahap uji coba menuju implementasi komersial. Perusahaan juga memperkuat pengembangan talenta melalui AI-RAN Research Center di Surabaya bersama Nokia dan NVIDIA, sekaligus mengirim engineer Indonesia mengikuti program immersive di laboratorium inovasi global.

Dengan menanamkan AI langsung ke jaringan, Indosat memperluas layanan digital untuk smart city, layanan publik, hingga kawasan terpencil. Perusahaan juga memanfaatkan infrastruktur AI terdistribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui langkah ini, Indosat menegaskan posisinya bukan sekadar penyedia konektivitas. Perusahaan membangun ekosistem AI yang inklusif, tangguh, dan berdaulat serta membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan, membentuk, dan memimpin masa depan AI mereka sendiri.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru