DPRD Batam Usulkan Ranperda Lembaga Adat Melayu

Kamis, 8 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Bapemperda DPRD Kota Batam, Kamaruddin menyampaikan Ramperda Inisiatif DPRD Kota Batam tentang Lembaga Adat Melayu (LAM), saat Rapat Paripurna, Rabu (7/1/2026). Foto: Humas Sekwan Batam

Anggota Bapemperda DPRD Kota Batam, Kamaruddin menyampaikan Ramperda Inisiatif DPRD Kota Batam tentang Lembaga Adat Melayu (LAM), saat Rapat Paripurna, Rabu (7/1/2026). Foto: Humas Sekwan Batam

DPRD Kota Batam mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam dalam Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, Rabu (7/1/2026).

Anggota Bapemperda DPRD Kota Batam, Kamaruddin, menyatakan DPRD menyusun Ranperda tersebut sebagai langkah konkret melindungi adat dan budaya Melayu. Ia menegaskan DPRD ingin memastikan pembangunan Batam tetap berpijak pada nilai-nilai tempatan.

“Kami mengajukan Ranperda ini untuk menegaskan peran Lembaga Adat Melayu sebagai payung negeri. Pembangunan tidak boleh menghilangkan jati diri Melayu di Batam,” kata Kamaruddin.

Bapemperda DPRD Kota Batam melakukan konsultasi langsung dengan pengurus LAM Kota Batam, menyusun naskah akademik bersama Universitas Maritim Raja Ali Haji, serta berkonsultasi ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. DPRD menjalankan langkah tersebut untuk memastikan Ranperda memiliki dasar akademik dan yuridis yang kuat.

Baca Juga :  Kolaborasi Strategis Badan Bank Tanah dan Kejaksaan Tinggi Kepri Kawal Tanah Negara

“Kami melihat wajah Melayu mulai terpinggirkan. Karena itu DPRD perlu hadir melalui regulasi yang memberi kepastian hukum bagi Lembaga Adat Melayu,” ujarnya.

Melalui Ranperda ini, DPRD menegaskan kembali peran Lembaga Adat Melayu sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kamaruddin menyebut LAM memiliki tanggung jawab merangkul seluruh elemen masyarakat lintas etnis dan menjaga keharmonisan sosial di Kota Batam.

Kamaruddin juga menegaskan Ranperda ini membuka ruang penguatan budaya Melayu di ruang publik. Pemerintah daerah dapat mendorong penerapan arsitektur Melayu pada gedung pelayanan publik, penggunaan bahasa Melayu dalam pengumuman resmi, serta pemakaian busana adat pada kegiatan tertentu.

Baca Juga :  Fraksi DPRD Batam Setujui Ranperda LAM

Secara hukum, Kamaruddin menyatakan DPRD mendasarkan Ranperda ini pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Permendagri Nomor 52 Tahun 2014, serta Perda Provinsi Kepulauan Riau Nomor 1 Tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu. DPRD mengacu pada regulasi tersebut untuk memperkuat legitimasi Ranperda.

Kamaruddin menegaskan DPRD mendorong pemerintah daerah segera membahas Ranperda ini bersama legislatif. DPRD menargetkan Ranperda tersebut segera disahkan menjadi Peraturan Daerah dan langsung diimplementasikan melalui peraturan kepala daerah.

“Kami ingin Batam tumbuh sebagai kota madani yang inovatif dan berbudaya, tanpa kehilangan akar Melayu sebagai identitas daerah,” kata Kamaruddin.

 

Editor: Yuli

Berita Terkait

Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN
3.000 Santri Meriahkan Hari Santri Kepri, Ansar Dorong Penguasaan Teknologi
Nelayan Anambas Hanyut ke Malaysia, Ansar Apresiasi Tim SAR Dua Negara
Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan
Nyanyang Dorong Petani Kepri Gunakan Teknologi untuk Tingkatkan Produksi Pangan
Nyanyang Salurkan Sembako untuk Kaum Dhuafa Lewat Jumat Berkah
Pertamina Tinjau Fuel Terminal Sei Siak, Perkuat Keandalan Distribusi BBM di Riau
Pemprov Kepri Buka Peluang Koperasi dan UMKM Masuk Rantai Pasok MBG

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:20

Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:57

3.000 Santri Meriahkan Hari Santri Kepri, Ansar Dorong Penguasaan Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:17

Nelayan Anambas Hanyut ke Malaysia, Ansar Apresiasi Tim SAR Dua Negara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:15

Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:17

Nyanyang Dorong Petani Kepri Gunakan Teknologi untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Berita Terbaru