ETF dan Reksa Dana Perkuat Peran Investor Ritel di Pasar Modal

Rabu, 24 Desember 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Produk investasi kolektif seperti reksa dana dan Exchange-Traded Fund (ETF) semakin memperkuat peran investor ritel di pasar modal Indonesia seiring meningkatnya literasi dan kemudahan akses investasi.

Reksa dana menghimpun dana masyarakat dan mengelolanya melalui manajer investasi ke dalam portofolio saham, obligasi, pasar uang, atau kombinasi instrumen lainnya. ETF juga berbentuk reksa dana, tetapi investor memperdagangkan unit penyertaannya langsung di bursa seperti saham.

ETF menawarkan likuiditas intraday dan fleksibilitas transaksi. Investor dapat membeli dan menjual ETF sepanjang jam perdagangan bursa. Sebaliknya, investor bertransaksi reksa dana konvensional berdasarkan nilai aktiva bersih (NAB) yang ditetapkan pada akhir hari.

Baca Juga :  Indonesia Blokir Grok demi Lindungi Perempuan dan Anak

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong pengembangan ETF. Hingga Oktober 2025, BEI mencatat sekitar 45 produk ETF yang beredar. Produk tersebut memberi eksposur ke indeks, sektor, dan tema investasi tertentu.

Industri reksa dana juga mencatat pertumbuhan kuat. Pada September–Oktober 2025, nilai dana kelolaan reksa dana mencapai sekitar Rp621.581,72 triliun. Peningkatan minat investor ritel dan distribusi digital mendorong pertumbuhan tersebut.

Saat ini, pasar menawarkan sekitar 1.900 produk reksa dana dari berbagai jenis. Banyaknya pilihan menuntut investor memahami risiko, kinerja, dan biaya pengelolaan sebelum berinvestasi.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Kepri Aman Saat Ramadan–Idulfitri

Jumlah investor pasar modal terus meningkat. Data OJK dan KSEI menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai sekitar 18–19 juta investor pada 2025. Kemudahan pembukaan rekening dan edukasi pasar modal mendorong lonjakan tersebut.

Investor pemula perlu memahami tujuan investasi, biaya transaksi, dan likuiditas produk sebelum memilih ETF atau reksa dana. Investor juga dapat memanfaatkan informasi resmi dari OJK, BEI, KSEI, dan manajer investasi sebagai dasar pengambilan keputusan.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata
MA Ambil Sumpah Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK
Kemkomdigi Apresiasi Kepatuhan Platform, Tegaskan Penegakan Hukum PP Tunas
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jalur Wisata Bopunjur Aman
Kemenko Kumham Imipas Pastikan Layanan Publik Selama Libur Idulfitri Berjalan Optimal
VIDA Dukung Pelaporan SPT Coretax dengan Tanda Tangan Elektronik
Pantau Pengamanan, Kapolri Pastikan Idulfitri 2026 Aman dan Kondusif
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:08 WIB

Indonesia–Jepang Perkuat Kerja Sama Pariwisata

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:45 WIB

MA Ambil Sumpah Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:18 WIB

Kemkomdigi Apresiasi Kepatuhan Platform, Tegaskan Penegakan Hukum PP Tunas

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:27 WIB

OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:28 WIB

BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jalur Wisata Bopunjur Aman

Berita Terbaru

Gubernur Ansar Ahmad didampingi Wagub Nyanyang Haris Pratamura menyerahkan dokumen LKPJ Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2025 kepada Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan didampingi untuk pimpinan lainnya. Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Gubernur Ansar Sampaikan LKPJ 2025 di DPRD Kepri

Rabu, 1 Apr 2026 - 10:21 WIB