Fundamental Pasar Modal Indonesia Dinilai Tetap Kuat

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto: Istimewa

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Foto: Istimewa

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah dalam beberapa hari terakhir masih sejalan dengan tren penurunan bursa saham regional. Otoritas pasar modal menilai tekanan tersebut dipicu meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah dan kebijakan moneter global yang masih ketat.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi mengatakan pelemahan IHSG masih tergolong moderat dan mencerminkan penyesuaian pasar berbasis fundamental.

“Pelemahan IHSG saat ini masih moderat dan merupakan bagian dari penyesuaian pasar yang berbasis fundamental,” kata Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Friderica menjelaskan, pasar saham domestik mengalami tekanan setelah pengumuman rebalancing indeks MSCI pada 12 Mei 2026 waktu Amerika Serikat atau 13 Mei 2026 waktu Indonesia. IHSG turun sekitar 1,98 persen pada hari pertama setelah pengumuman dan kembali melemah 1,85 persen usai libur panjang 18 Mei 2026.

Meski begitu, OJK menilai kondisi tersebut menjadi bagian dari transformasi pasar modal Indonesia. Pergerakan indeks saat ini dinilai semakin mencerminkan fundamental emiten dibanding sentimen jangka pendek.

Menurut Friderica, pergerakan IHSG juga makin selaras dengan indeks global MSCI serta indeks domestik seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Kondisi itu menunjukkan proses price discovery yang lebih sehat dan transparan.

Di tengah tekanan pasar, industri reksa dana justru mencatat kinerja positif. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana naik Rp49,71 triliun atau sekitar 6,39 persen secara year to date. Total Asset Under Management (AUM) industri reksa dana kini mencapai Rp718,44 triliun.

Baca Juga :  OJK Panggil Solusiku Terkait Dugaan Pelanggaran Penagihan

Selain itu, jumlah investor ritel pasar modal juga bertambah sekitar 7 juta investor sepanjang tahun berjalan.

Friderica menegaskan reformasi pasar modal tidak hanya bertujuan memperbesar pasar keuangan nasional, tetapi juga memperkuat fundamental, integritas, dan keterbukaan pasar.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan fundamental perusahaan tercatat dan jumlah investor pasar modal terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Saat ini, jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 957 emiten. Hampir 85 persen perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan sesuai ketentuan.

“Kinerja emiten juga meningkat. Pertumbuhan laba bersih tercatat naik 21,5 persen,” ujar Nyoman.

Jumlah investor pasar modal Indonesia kini mencapai sekitar 27 juta investor atau bertambah sekitar 6,5 juta hingga 7 juta investor dibanding periode sebelumnya.

Nyoman menambahkan, pasar juga masih memiliki pipeline sekitar 15 perusahaan yang akan mencatatkan saham di bursa. Sebagian besar berasal dari perusahaan berkapitalisasi besar.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan BEI dan OJK terus memperkuat regulasi untuk meningkatkan kepercayaan investor global dan investor ritel domestik.

Menurut Dasco, penguatan regulasi penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian bagi investor.

Baca Juga :  Hotel Santika Batam Hadirkan Jelajah Nusantara dan Angkringan BBQ Night

“Dengan fundamental yang ada, kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin kuat,” kata Dasco.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat BEI dan OJK dalam menjaga stabilitas pasar di tengah tekanan global dan dinamika ekonomi domestik.

CEO Danantara, Rosan Roeslani menilai pasar modal Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah investor ritel dan kuatnya fundamental emiten, terutama sektor perbankan dan BUMN.

Menurut Rosan, investasi pasar modal perlu dipandang sebagai instrumen jangka panjang, bukan berdasarkan pergerakan harian.

Ia menyebut sejumlah saham BUMN dan perbankan saat ini memiliki valuasi menarik. Bahkan, beberapa saham bank besar diperdagangkan pada level price to book value (PBV) di bawah satu kali.

“Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya potensi upside yang cukup besar,” ujar Rosan.

Rosan juga menilai pertumbuhan investor ritel menjadi indikator meningkatnya optimisme masyarakat terhadap pasar modal Indonesia. Jumlah investor kini mencapai sekitar 26,5 juta hingga 27 juta investor, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 20 juta investor.

“Pasar modal pasti mengalami ups and downs, tetapi fundamental perusahaan dan prospek pertumbuhan investor tetap kuat,” pungkas Rosan. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam
Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global
ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas
J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global
Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam
Bank Danus Raih Bintang 5, Winoto Masuk Top 10 CEO BPR 2026
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:16 WIB

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:23 WIB

Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:33 WIB

ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:46 WIB

J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:56 WIB

Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam

Berita Terbaru

Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Forto: Metroposid.com

Batam

Amsakar Tegaskan RT/RW Tidak Bertugas Menagih Pajak

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:37 WIB