Hari Ibu ke-97, Menkomdigi: Perempuan Adalah Penentu Arah Masa Depan Bangsa

Senin, 22 Desember 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid dalam Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 di Lapangan Anantakupa, Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: KPM Kemkomdigi

Menkomdigi Meutya Hafid dalam Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 di Lapangan Anantakupa, Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: KPM Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa perempuan merupakan subjek utama pembangunan nasional dan penentu arah masa depan bangsa.

Hal itu disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Ibu ke-97 di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, pada Senin (22/12/2025).Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.

Menurut Meutya, tema tersebut menjadi pengingat bahwa Hari Ibu tidak hanya merayakan peran perempuan di ranah domestik, tetapi juga perjuangan perempuan sebagai ibu bangsa di berbagai bidang.

“Hari Ibu tidak hanya tentang perjuangan ibu di rumah, tetapi juga tentang perjuangan perempuan sebagai ibu bangsa, sebagai penggerak di lingkungan masing-masing,” ujar Menkomdigi.

Meutya menekankan bahwa perempuan Indonesia hadir dan berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari pelaku UMKM, petani, buruh, tenaga kesehatan, pendidik, aparatur pemerintahan, hingga berkiprah di bidang politik, seni, olahraga, dan teknologi.

“Ini menunjukkan bahwa perempuan adalah subjek utama pembangunan dan penentu arah masa depan bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perempuan Indonesia saat ini perlu menjadi wajah ketangguhan negara, baik di ruang domestik maupun ruang publik. Oleh karena itu, suara dan pengalaman perempuan harus menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan strategi pembangunan nasional.

Baca Juga :  Kemenko Kumham Imipas Pastikan Layanan Publik Selama Libur Idulfitri Berjalan Optimal

“Suara dan pengalaman perempuan harus menjadi fondasi kebijakan dan strategi pembangunan nasional, termasuk dalam transformasi digital,” kata dia.

Dalam konteks Kementerian Komunikasi dan Digital, Meutya menegaskan bahwa digitalisasi mengandung prinsip inklusivitas, tidak hanya dari sisi gender, tetapi juga pemerataan antarwilayah.

“Perempuan merupakan pilar penting dalam transformasi digital yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya

.Pada kesempatan tersebut, Meutya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ibu di Indonesia yang selama ini menjalankan peran ganda, bahkan multi peran, dengan keteguhan dan ketulusan.

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ibu yang maju dalam diam, dengan pengorbanan dan keteguhan yang luar biasa,” ucapnya.

Ia menyoroti bahwa ruang digital kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Oleh karena itu, peran perempuan, dengan dukungan laki-laki, sangat penting dalam menjaga dan mengamankan ruang digital.

Baca Juga :  Presiden Resmikan 1.179 SPPG dan Gudang Pangan Polri Secara Serentak

Menkomdigi juga menegaskan komitmen negara dalam melindungi anak-anak di era digital melalui kebijakan Penundaan Usia Anak Mengakses Ruang Digital (PP Tunas).

“Negara telah hadir melalui PP Tunas sebagai wujud komitmen untuk meringankan beban para ibu dan keluarga dalam melindungi anak-anak di era digital,”  jelasnya.

Ia meminta seluruh jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital untuk turut menyuarakan dan menjadi juru bicara kebijakan tersebut kepada masyarakat.

“Kami meminta seluruh insan Kemkomdigi untuk aktif menyuarakan PP Tunas agar masyarakat memahami pentingnya menunda usia anak masuk ke ruang digital sampai benar-benar siap,” tegas Meutya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan melindungi anak-anak dari berbagai ancaman nyata di ruang digital, seperti konten pornografi, judi daring, eksploitasi seksual, dan predator digital. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tetap bergantung pada peran keluarga.

“Sebagus apa pun kebijakan negara, perlindungan utama tetap dimulai dari rumah. Peran ibu dan ayah menjadi kunci keberhasilan perlindungan anak di era digital,” ucapnya. Sumber Infopublik

Editor: Rega

Berita Terkait

MA Ambil Sumpah Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK
Kemkomdigi Apresiasi Kepatuhan Platform, Tegaskan Penegakan Hukum PP Tunas
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jalur Wisata Bopunjur Aman
Kemenko Kumham Imipas Pastikan Layanan Publik Selama Libur Idulfitri Berjalan Optimal
VIDA Dukung Pelaporan SPT Coretax dengan Tanda Tangan Elektronik
Pantau Pengamanan, Kapolri Pastikan Idulfitri 2026 Aman dan Kondusif
Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Kepri Aman Saat Ramadan–Idulfitri
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:45 WIB

MA Ambil Sumpah Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:18 WIB

Kemkomdigi Apresiasi Kepatuhan Platform, Tegaskan Penegakan Hukum PP Tunas

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:27 WIB

OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

Selasa, 24 Maret 2026 - 12:28 WIB

BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Jalur Wisata Bopunjur Aman

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:37 WIB

Kemenko Kumham Imipas Pastikan Layanan Publik Selama Libur Idulfitri Berjalan Optimal

Berita Terbaru

Kepala Diskominfo Kota Batam Rudi Panjaitan

Pemerintahan

Pemko Batam Gelar Salat Istisqa Senin Pagi di Dataran Engku Putri

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:52 WIB

Gubernur Kepri Ansar Ahmad berdialog dengan pengurus Kadin Kepri periode 2026–2030 di Pulau Penyengat, Sabtu (28/3/2026). Pertemuan ini seabagai ajang silaturahmi sekaligus membahas berbagai potensi pengembangan daerah. Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Ansar dan Kadin Kepri, Bahas Potensi Pengembangan Pulau Penyengat

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:30 WIB