Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara konsisten sepanjang 2021–2025 dan tetap berada di atas rata-rata nasional. Pada 2025, IPM Kepri mencapai 80,53 atau naik 0,64 poin (0,80 persen) dibanding 2024. Capaian ini sekaligus mengangkat status Kepri dari kategori “Tinggi” menjadi “Sangat Tinggi”.
Secara nasional, Kepri menempati peringkat ketiga terbaik dan menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di luar Pulau Jawa.
Pemerintah Provinsi Kepri mendorong kenaikan ini melalui penguatan kualitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pemprov Kepri juga memprioritaskan pengendalian pengangguran melalui pelatihan vokasi, program pemagangan dalam negeri, dan penguatan konektivitas antara dunia usaha dan tenaga kerja.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri pada 2020–2025 memang fluktuatif, namun tren terbaru menunjukkan perbaikan. Pada Agustus 2025, TPT tercatat 6,45 persen, turun dari 6,89 persen sebelumnya atau berkurang sekitar 0,4 poin.
Dalam kerangka RPJMD 2025–2030, Pemprov Kepri menargetkan TPT berada pada kisaran 6,06–5,57 persen di akhir periode. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap perbaikan pasar kerja yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Pemprov Kepri terus memperluas pendidikan vokasi guna mencetak SDM yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing tinggi agar terserap optimal di pasar kerja.






