ISEI Batam Tegaskan Geothermal Ormat Strategis bagi Transisi Energi Nasional

Rabu, 25 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi publik bertema “Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo” di Batam, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa

Diskusi publik bertema “Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo” di Batam, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam sekaligus dosen Universitas Internasional Batam, Suyono Saputra, menegaskan pengembangan energi panas bumi (geothermal) menjadi kunci mempercepat transisi energi hijau nasional. Ia menyebut geothermal sebagai sumber energi terbarukan paling realistis untuk mengejar target net zero emission 2060.

Suyono menyampaikan hal itu dalam diskusi publik bertema “Swasembada Energi di Era Presiden Prabowo” di Batam, Selasa (24/2/2026).

“Target 2060 itu optimistis, tetapi realisasinya masih lambat. Geothermal bisa mempercepat bauran EBT karena stabil,” tegasnya.

Suyono menjelaskan, geothermal memiliki keunggulan sebagai energi baseload yang mampu menghasilkan listrik secara konsisten, berbeda dengan energi surya atau angin yang bergantung cuaca. Indonesia bahkan termasuk negara dengan cadangan panas bumi terbesar di dunia.

Namun, ia mengakui pengembangannya tidak mudah. Investasi yang dibutuhkan sangat besar dan menuntut teknologi tinggi.

“Investasinya sangat besar. Pemerintah butuh investor yang benar-benar siap mengelola potensi panas bumi kita,” ujarnya.

Selain itu, sebagian besar lokasi proyek berada di wilayah terpencil sehingga memerlukan pembangunan infrastruktur dari nol. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat insentif fiskal dan nonfiskal agar sektor ini semakin menarik bagi investor.

Baca Juga :  BP Batam dan KADIN Satukan Langkah Jaga Iklim Investasi

Menanggapi polemik keterlibatan PT Ormat Geothermal Indonesia, Suyono menilai publik perlu melihat persoalan secara objektif. Ia menegaskan investasi tidak identik dengan sikap politik suatu negara.

Menurutnya, Ormat telah mengantongi izin sejak 2018, jauh sebelum dinamika geopolitik terbaru terjadi. Perusahaan tersebut juga berbadan hukum Indonesia dan tunduk pada regulasi nasional. Proses lelang, lanjutnya, dilakukan secara terbuka sesuai PP No.7/2017 dan Permen ESDM No.37/2018, berbasis kapasitas teknis dan teknologi.

“Investasi tidak mengenal ideologi. Dalam bisnis, yang dinilai adalah kompetensi dan manfaatnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan, pencabutan izin secara sepihak akibat tekanan sentimen media sosial berpotensi merusak iklim investasi. Pemerintah, kata dia, harus menjaga kepastian hukum agar tidak mengirim sinyal negatif kepada investor global, khususnya di sektor energi terbarukan yang strategis.

“Jangan sampai desakan medsos membuat kebijakan tergesa-gesa. Itu bisa jadi preseden buruk bagi Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Suyono menekankan proyek geothermal membawa dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. Pembangunan pembangkit membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya industri penunjang, serta menggerakkan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Misni Pastikan Hak Ahli Waris ASN Terpenuhi Lewat Santunan Taspen

“Setiap ada pusat pengembangan panas bumi, ekonomi daerah ikut hidup,” katanya.

Senada, Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (BALAPI), Rikson P Tampubolon, meminta publik melihat proyek geothermal dalam kerangka kepentingan nasional dan manfaat jangka panjang.

“Teknologi dan ilmu pengetahuan tidak mengenal batas. Selama memberi manfaat, seharusnya diterima,” tegas Rikson.

Ia menambahkan, proyek yang berjalan sejak 2018 telah melalui proses perizinan resmi dan panjang. Jika pemerintah menghentikannya tanpa pertimbangan matang, kepercayaan investor terhadap kepastian hukum Indonesia bisa terganggu.

“Jangan sampai label afiliasi justru mengganggu kepentingan nasional. Kalau menguntungkan dan tidak melanggar aturan, mengapa harus ditolak?” ujarnya.

Meski begitu, Rikson tetap meminta pemerintah memastikan pelibatan masyarakat serta pengelolaan dampak lingkungan secara bertanggung jawab. Di saat bersamaan, ia mendorong pemerintah konsisten mengambil keputusan berbasis kepentingan nasional demi menjaga arah kebijakan energi Indonesia.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya
Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:54

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43

Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06