“Mana Janjimu”, Giliran Mati Air Pemerintah Lepas Tanggungjawab

Kamis, 22 Januari 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa warga menuntut air bersih di depan Kantor Walikota Batam, Batam Centre, Kamis (22/1/2026). Foto: Metroposid

Aksi unjuk rasa warga menuntut air bersih di depan Kantor Walikota Batam, Batam Centre, Kamis (22/1/2026). Foto: Metroposid

Ratusan warga tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar, Batam, menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah mengatasi gangguan suplai air yang mereka alami sejak beberapa tahun terakhir. Aksi tersebut berlangsung di Kantor Walikota Batam, Batam Centre, Kamis (22/1/2026).

Warga dari Kelurahan Tanjunguma, Batu Merah, dan Sengkuang menyuarakan aspirasi mereka untuk mendapatkan hak dasar sebagai warga negara, yaitu air bersih.

Warga RT 02 RW 012, Tanjung Sengkuang, Oncu, mengatakan gangguan suplai air sudah berlangsung bertahun-tahun. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci, tetapi juga menghambat proses pengurusan jenazah.

“Bahkan untuk memandikan mayit saja, kami harus meminta bantuan agar ada suplai air. Ini fakta yang kami alami. Untuk mengurus orang meninggal saja kami kesulitan,” ucap Oncu dalam orasinya.

Baca Juga :  Gerakan Aksi Pelayanan Gaspol Ketapel di Bazar Batamliciouz

Dalam aksi itu, warga menuntut pemerintah kota Batam segera menuntaskan masalah air. Mereka juga menyoroti sikap pejabat yang dinilai hanya hadir saat momentum politik.

“Mana Wali Kota Batam? Jangan datang saat Pilkada saja. Jangan temui kami hanya ketika ingin maju dalam Pilkada. Pejabat tolong hidupkan air kami,” kata Oncu.

Warga juga mempertanyakan ketidakadilan distribusi air di wilayah mereka.

“Kenapa di tempat lain air mengalir, tapi di tempat kami tidak? Kami menuntut tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  Amsakar Ajak Warga Meriahkan Pawai Pembangunan Batam 9 Agustus

Beberapa kali pemerintah berjanji memperbaiki suplai air, namun warga menilai janji itu tidak pernah terealisasi.

“Memandikan saudara kita yang berpulang saja sulit. Jadi kami minta kepada Bapak Amsakar untuk bertanggung jawab dan menepati janji,” kata warga lainnya.

Aksi warga berlangsung dengan membawa baskom, galon, dan ember sebagai simbol kebutuhan air yang tidak terpenuhi. Mereka juga menyoroti ketidakadilan pembayaran tagihan air, meski suplai air tidak mengalir.

“Kami hanya dapat janji manis. Tidak pernah ditepati. Kami sudah berkali-kali melakukan mediasi dengan DPRD Batam, namun tidak ada solusi. Kami butuh air,” tegas Ucok warga lainnya.

Editor: Diki

Berita Terkait

Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam
Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam
Pemko Batam Matangkan RPBD, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Batam Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Korea Selatan, Siapkan SDM Berdaya Saing Global
Amsakar Minta OPD Percepat Realisasi 15 Program Prioritas di Semester II 2026
Kenali SiMOLEK OJK Kepri, Bawa Edukasi hingga Layanan Cek SLIK
BP Batam Rekonstruksi Jalan Gajah Mada Depan UIB, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Mendagri: BPHTB 0 Persen untuk MBR Dongkrak Pembangunan Rumah dan Ekonomi Daerah
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:07 WIB

Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:51 WIB

Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam

Senin, 27 Juli 2026 - 21:49 WIB

Batam Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Korea Selatan, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Amsakar Minta OPD Percepat Realisasi 15 Program Prioritas di Semester II 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 01:30 WIB

Kenali SiMOLEK OJK Kepri, Bawa Edukasi hingga Layanan Cek SLIK

Berita Terbaru