Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menyerahkan secara simbolis Kartu Identitas Anak (KIA) kepada siswa SDN 006 Batam Kota, Batamcentre, Kamis (12/2/2026).
Kepala Disdukcapil Batam, Adisthy, menyebutkan 850 dari 1.081 siswa di SDN 006 telah memiliki KIA. Hingga Februari, penerbitan KIA di Batam mencapai 63,5 persen, melampaui target 60 persen.
Menurut Adisthy, capaian itu terwujud berkat dukungan berbagai pihak. KIA memberi manfaat, seperti diskon 15–20 persen di sejumlah toko buku serta potongan harga atau gratis masuk ke beberapa tempat rekreasi bagi anak di bawah 17 tahun.
Disdukcapil menargetkan seluruh anak di Batam memiliki KIA dengan mendatangi sekolah dari PAUD hingga SMA. “Besok kami menyerahkan KIA di PAUD Sei Beduk bersama Bunda PAUD Batam,” ujarnya.
Amsakar menegaskan anak tidak perlu menunggu usia 17 tahun untuk memiliki identitas resmi. KIA mempermudah administrasi kependudukan dan memberi berbagai keuntungan.
Ia mengingatkan, anak yang berusia 17 tahun tetapi belum merekam data berisiko terhambat dalam pengurusan administrasi. Karena itu, pemerintah mendorong perekaman sejak dini.
Amsakar juga meminta orang tua menjaga KIA dan mengedukasi anak tentang pentingnya identitas diri. Menurutnya, program KIA menunjukkan komitmen Pemko Batam dalam mendukung tumbuh kembang anak hingga usia 16 tahun.
Ia menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah fokus pada kemandirian bangsa, ketahanan energi dan pangan, serta penguatan pendidikan.
“Pendidikan menjadi kunci menjawab tantangan masa depan. Jika ingin melihat masa depan Batam, lihat bagaimana kita mendidik anak hari ini,” ujarnya.
Editor: Yuli






