Pemko Batam Segera Bangun Pasar Induk Jodoh, Pedagang TOS 3000 Dipindahkan

Rabu, 25 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Induk Jodoh saat dibongkar beberapa tahun lalu. Foto: Istimewa

Pasar Induk Jodoh saat dibongkar beberapa tahun lalu. Foto: Istimewa

Pemerintah Kota Batam segera membangun Pasar Induk Jodoh bekerja sama dengan pihak swasta. Pembangunan ini bertujuan menyediakan tempat berdagang yang lebih layak sekaligus menata kawasan perkotaan.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam, Suhar, mengatakan proyek tersebut tidak menggunakan anggaran APBD. Pemko Batam memilih skema kerja sama dengan swasta karena nilai investasinya mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kalau mengandalkan APBD tentu tidak cukup. Karena nilainya ratusan miliar, maka kita gunakan skema kerja sama KSP. Saat ini sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya,” kata Suhar.

Pembangunan Pasar Induk Jodoh juga menjadi solusi atas kondisi TOS 3000 atau Pasar Nagoya Baru yang selama ini dinilai tidak tertata.

Baca Juga :  Batam Buka Pantun Tiga Serumpun, Perkuat Kolaborasi Budaya Melayu

Menurut Suhar, aktivitas pasar di kawasan tersebut bahkan sudah meluas hingga memakan badan jalan.

“Saat ini kondisi TOS 3000 sudah tidak layak, bahkan sampai memakan jalan. Padahal aktivitas pasar seharusnya berada di dalam gedung,” ujarnya.

Dengan hadirnya pasar induk baru, seluruh pedagang akan dipindahkan ke lokasi yang lebih bersih dan tertata. Proses relokasi nantinya dilakukan secara bertahap oleh pihak pengelola.

“Pengelola yang akan memindahkan pedagang sekaligus mengosongkan TOS 3000. Semua pedagang dipindahkan ke Pasar Induk Jodoh yang baru,” katanya.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran di Batam Diprediksi Memuncak 24 dan 30 Maret

Pemko Batam menargetkan proses relokasi pedagang mulai berjalan pada 2027. Seluruh pedagang ditargetkan sudah menempati lokasi baru pada 2028.

Suhar menjelaskan, Pasar Induk Jodoh akan dibangun dengan konsep bertingkat. Area pasar basah dan pasar kering akan dipisahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman.

Selain menata kawasan, pembangunan pasar induk ini juga ditujukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

“Pasar induk ini kami arahkan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama pedagang kecil dan UMKM agar bisa berkembang,” ujar Suhar.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya
Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah
Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen
Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam
Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat
Pemko Batam Beri Masukan untuk Penguatan Tata Kelola BUMD
Batam Raih Penghargaan Nasional Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Seminar, Diskusi, dan Lokakarya

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:54

Rona Rasa Nusantara Jadi Sajian Reguler Setiap Sabtu di Aston Nagoya

Sabtu, 12 September 2026 - 21:43

Amsakar Dorong GMPP Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 20:54

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Siap Alokasikan 20 Persen

Jumat, 11 September 2026 - 20:45

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Kamis, 10 September 2026 - 21:28

Amsakar: Inovasi Pemerintahan Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat

Berita Terbaru

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi keynote speaker sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergi Arah Kebijakan Kementerian Kesehatan dengan Pembangunan Kesehatan dan Upaya Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas, Cek Kesehatan Gratis di Provinsi Kepulauan Riau, di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Jumat (11/9/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Kemenkes Dorong Kepri Percepat Temuan Kasus TBC

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:06