Lelang Kapal Super Tanker MT Arman 114 Gagal, Tak Ada Peserta

Rabu, 3 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Kejaksaan Negeri Batam (ist)

Tim Kejaksaan Negeri Batam (ist)

Batam, metroposid.com: Lelang kapal super tanker MT Arman 114 beserta muatan Light Crude Oil yang digelar secara online melalui lelang.go.id pada Selasa (2/12/2025) berakhir tanpa pemenang. Hingga batas waktu penutupan pukul 14.00 WIB, tidak ada satupun perusahaan yang mengajukan penawaran.

Menurut Rahmat, Kepala Bidang Hukum dan Informasi KPKNL Batam, seluruh tahapan lelang telah dilakukan sesuai prosedur. Namun, hasil akhir tetap nihil.

“Tidak ada peserta yang memasukkan penawaran. Artinya, lelang kali ini tidak memiliki pemenang,” jelas Rahmat.

Salah satu faktor yang disebut menghambat partisipasi adalah persyaratan administratif yang cukup ketat, sehingga beberapa perusahaan gagal melengkapi dokumen hingga batas waktu. Rahmat menegaskan, panitia lelang tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan aspek hukum penyitaan kapal. Semua perkara tetap menjadi ranah kejaksaan.

Baca Juga :  Jelang Penerapan KUHP Nasional, Pemko-Kejari Teken Kerja Sama

Kejaksaan Negeri Batam juga membenarkan minimnya peserta. Kepala Seksi Intelijen, Priandi Firdaus, menyebutkan bahwa meskipun sebelumnya 19 perusahaan mengikuti aanwijzing pada 24 November 2025, tidak ada satu pun yang mendaftar secara resmi karena dokumen tidak lengkap.

Kapal MT Arman 114 adalah barang rampasan negara dalam kasus pencemaran lingkungan yang melibatkan nakhoda Mahmoud Mohamed Abdelaziz Mohamed Hatiba, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Batam Nomor 941/Pid.Sus/2023/PN.Btm. Kapal berbendera Iran ini merupakan salah satu aset terbesar yang dieksekusi Kejaksaan tahun ini.

Objek lelang mencakup kapal tanker buatan Korea Selatan tahun 1997 dan 166.975 ton minyak mentah. Nilai limit lelang ditetapkan Rp1,17 triliun, dengan jaminan minimal Rp118 miliar.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Raih UHC Award 2026 Kategori Provinsi Pratama

Dengan tidak adanya peserta, kapal dinyatakan tidak laku dan akan dikembalikan ke Kejaksaan untuk dibahas ulang sebelum kemungkinan dilelang kembali. Priandi menambahkan, langkah selanjutnya menunggu petunjuk dari Kejaksaan Agung.

Selain sebagai barang rampasan, kapal MT Arman 114 juga masih terkait perkara perdata yang belum selesai, sehingga proses lelang sebelumnya hanya sebatas administrasi.

Dengan kegagalan lelang ini, eksekusi salah satu aset rampasan terbesar tahun ini harus tertunda, sementara pihak kejaksaan mempertimbangkan langkah berikutnya.

Editor: Masrizal

Berita Terkait

Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN
3.000 Santri Meriahkan Hari Santri Kepri, Ansar Dorong Penguasaan Teknologi
Nelayan Anambas Hanyut ke Malaysia, Ansar Apresiasi Tim SAR Dua Negara
Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan
Nyanyang Dorong Petani Kepri Gunakan Teknologi untuk Tingkatkan Produksi Pangan
Nyanyang Salurkan Sembako untuk Kaum Dhuafa Lewat Jumat Berkah
Pertamina Tinjau Fuel Terminal Sei Siak, Perkuat Keandalan Distribusi BBM di Riau
Pemprov Kepri Buka Peluang Koperasi dan UMKM Masuk Rantai Pasok MBG

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:20

Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:57

3.000 Santri Meriahkan Hari Santri Kepri, Ansar Dorong Penguasaan Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:17

Nelayan Anambas Hanyut ke Malaysia, Ansar Apresiasi Tim SAR Dua Negara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:15

Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:17

Nyanyang Dorong Petani Kepri Gunakan Teknologi untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Berita Terbaru